DPR menyayangkan atas terjeratnya Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi
IDXChannel - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani prihatin menyayangkan atas terjeratnya Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sodiq diduga menerima gratifikasi terkait penerimaan mahasiswa baru (PMB).
"Kami atas nama Komisi X DPR RI tentu manyatakan rasa prihatin dan sangat menyayangkan jika dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman benar terjadi," ujar Lalu saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).
Lalu menegaskan, penerimaan mahasiswa baru harus menjadi proses yang objektif, transparan, akuntabel, dan berbasis pada kemampuan serta prestasi calon mahasiswa, bukan berdasarkan kemampuan membayar atau kedekatan dengan pihak tertentu.
"Praktik seperti ini tidak boleh terjadi di perguruan tinggi mana pun. Pendidikan tinggi seharusnya menjadi ruang meritokrasi dan mobilitas sosial, bukan ruang transaksi yang membuka kesempatan bagi mereka yang memiliki akses atau kemampuan finansial lebih besar," tutur Lalu.
Kendati demikian, Lalu menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan KPK. Ia juga meminta semua pihak tidak menghakimi sebelum proses hukum memberikan kepastian.
"Namun, kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mekanisme penerimaan mahasiswa baru, khususnya jalur mandiri, agar tidak membuka celah terjadinya intervensi, suap, atau pengondisian," tutur Lalu.
"Jangan sampai persoalan yang terjadi pada penerimaan mahasiswa baru justru merusak kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi," katanya.
Dia juga akan meminta penjelasan lebih lanjut dari kementerian terkait mengenai langkah pembenahan dan penguatan tata kelola penerimaan mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi negeri.
"Komisi X sendiri baru saja menyelesaikan Panja SPMB meskipun rekomendasinya belum secara resmi disampaikan kepada Kemdikitisaintek, yang tentu didalamnya ada rekomendasi penting buat perbaikan pelaksanaan SPMB," kata dia.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap (OTT). Beberapa pihak yang terjaring merupakan petinggi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Hal itu sebagaimana dikonfirmasi Ketua KPK, Setyo Budiyanto. "Benar, saat ini bersama beberapa orang lain masih didalami keterangannya," kata Setyo saat dihubungi melalui pesan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Setyo belum menyebutkan berapa pihak yang tengah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Menurutnya, salah satu yang tengah menjalani pemeriksaan ialah Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq. "Rektornya juga sudah di Gedung Merah Putih," ujarnya.
Namun, Setyo belum menjelaskan lebih detail perihal OTT ini, termasuk latar belakang perkara. KPK selanjutnya memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang terjaring dalam operasi senyap ini.
(kunthi fahmar sandy)





