Ditangkap KPK, Dua Wakil Rektor Unsoed Sosok Dosen Teladan

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Dua Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Keduanya yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo.

Berdasarkan laman Unsoed, Prof Noor Farid memiliki latar belakang akademik di bidang pertanian, khususnya agronomi dan pemuliaan tanaman.

Advertisement

BACA JUGA: Unsoed Buka Suara Usai Rektor Kena OTT KPK

Dia menyelesaikan pendidikan S1 Agronomi di Universitas Jenderal Soedirman, kemudian melanjutkan S2 dan S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan bidang Pemuliaan.

Prof Noor Farid juga tercatat menerima sejumlah penghargaan, diantaranya Dosen Teladan III Tingkat Fakultas serta Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun.    

Sementara itu, Prof Norman Arie Prayogo, memiliki latar belakang akademik di bidang perairan, biologi, dan bioteknologi.

Prof Norman menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Jenderal Soedirman, kemudian melanjutkan S2 Biologi di universitas yang sama.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Gadjah Mada pada bidang Bioteknologi.

Prof Norman tercatat memiliki sejumlah prestasi akademik. Ia pernah menerima Beasiswa Habibie Center pada 2008–2011 dan Beasiswa DIKTI Sandwich pada 2010. Norman juga meraih predikat cum laude saat menyelesaikan S2 di Unsoed pada 2008 dan S3 di UGM pada 2012.

Pada 2018, ia mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Universitas Jenderal Soedirman.

Dalam kiprahnya di Unsoed, sejumlah capaian yang dikaitkan dengan kepemimpinannya antara lain pertumbuhan jumlah program studi dari sekitar 84 menjadi 105 prodi, serta peningkatan akreditasi institusi menjadi Unggul.

Ia juga mendorong penguatan riset di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang mendukung isu kedaulatan pangan nasional.

Pada masa jabatannya, Unsoed beberapa kali menambah guru besar baru di berbagai bidang, yang disebut sebagai upaya memperkuat peran akademik universitas dalam pembangunan nasional dan meningkatkan reputasi keilmuan Unsoed.

Ia mendorong program internasionalisasi, termasuk akreditasi prodi oleh lembaga internasional (seperti ASIIN/FIBAA) dan perluasan kerja sama luar negeri, untuk mengangkat daya saing lulusan dan reputasi Unsoed di level global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Pramono: Ini Tahap Awal
• 15 jam laludisway.id
thumb
Yuwanky, Bandar Narkoba Pemilik Planet Batam Kabur ke Singapura
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Indonesian Podcast Festival 2026 Siap Sambangi Makassar, Hadirkan Pengalaman Podcast Live Nasional Pertama
• 4 jam laluharianfajar
thumb
4 Hektare Lahan di Bulu’ Salili Malino Terbakar, Api Padam Setelah 11 Jam
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Paus Leo sampaikan duka cita atas gempa bumi NTT
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.