Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD900 Juta di Triwulan II-2026, CAD Melebar

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) pada triwulan II-2026 tercatat sebesar USD12,5 miliar (3,3 persen dari PDB).

Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD900 Juta di Triwulan II-2026, CAD Melebar. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2026 defisit USD0,9 miliar atau USD900 juta, jauh lebih kecil dibandingkan dengan defisit pada triwulan I-2026 sebesar USD9,1 miliar.

Transaksi berjalan juga mencatat defisit yang lebih tinggi didorong kenaikan defisit neraca perdagangan migas dan penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas. 

Baca Juga:
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik di 2027 Meski Hadapi Defisit

Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga mendukung kinerja NPI yang tetap terjaga. Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 tetap terjaga sebesar USD145,6 miliar, yang setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diprakirakan temporer. 

Baca Juga:
Prabowo: Defisit APBN Juli 2026 Tetap Terjaga, Hanya 0,91 Persen dari PDB

“Defisit neraca perdagangan migas meningkat akibat kenaikan impor minyak sejalan tingginya harga minyak dunia. Surplus neraca perdagangan nonmigas juga tercatat lebih rendah dipengaruhi oleh peningkatan impor nonmigas untuk kebutuhan kegiatan ekonomi dalam negeri yang masih tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Selain itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat sejalan dengan pembayaran pendapatan primer sedangkan surplus neraca pendapatan sekunder relatif stabil dibandingkan capaian pada triwulan I-2026. 

Baca Juga:
Belanja Negara Sentuh Rp4.000 Triliun di RAPBN 2027, Defisit Dipastikan di Bawah 3 Persen

Dengan kondisi tersebut, defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) pada triwulan II-2026 tercatat sebesar USD12,5 miliar (3,3 persen dari PDB), melebar dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar USD3,6 miliar (1,0 persen dari PDB).

Transaksi modal dan finansial mencatat surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga dapat menopang NPI. Investasi langsung mencatat surplus yang lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya dipengaruhi oleh terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik.

Investasi portofolio juga mencatat surplus yang meningkat seiring kenaikan imbal hasil instrumen keuangan domestik. Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit yang lebih rendah. Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar USD12,0 miliar pada triwulan II-2026, setelah pada triwulan I-2026 mengalami defisit sebesar USD4,8 miliar.

Ke depan, prospek NPI diprakirakan tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal. Defisit transaksi berjalan diprakirakan lebih rendah didukung perbaikan prospek ekspor sejalan kenaikan harga komoditas global, termasuk harga komoditas unggulan ekspor Indonesia, dan dampak positif penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). 

Transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap surplus ditopang oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing seiring imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik dan prospek ekonomi Indonesia yang positif. 

“Selain itu, sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus diperkuat untuk menopang kinerja NPI 2026 di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” ujar Ramdan.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Menguat ke Rp17.748, Pasar Cermati Gejolak Hormuz hingga Kebijakan BBM
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 8 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ruben Onsu Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Polisi Periksa Pekan Depan
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.