Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri di Surabaya: Bersatu dengan Rakyat

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).

Pantauan kumparan, sekitar pukul 09.00 WIB, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran tiba di lokasi. Ia kemudian menuju tenda yang telah disediakan di depan Monumen Perjuangan Polri bersama para tamu undangan.

Sejumlah peserta upacara dari berbagai satuan kepolisian berbaris rapi menghadap Monumen Perjuangan Polri. Upacara kemudian dimulai.

Kapolri menuju tengah lapangan upacara dan berdiri di depan mimbar. Upacara diawali dengan mengheningkan cipta, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Polri dan Hymne Polri.

Setelah itu, Kapolri membacakan Naskah Proklamasi Polisi di depan para peserta upacara.

"Proklamasi Polisi. Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia. Surabaya, 21 Agustus 1945. Atas nama seluruh warga polisi, Mohamad Yasin, Inspektur Polisi Kelas 1," ujar Kapolri saat membacakan Proklamasi Polisi, Jumat (21/8).

Selanjutnya, upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Andhika Bhayangkari dan ditutup dengan doa.

Sekitar pukul 09.30 WIB, Kapolri beserta rombongan meninggalkan lokasi. Para peserta upacara kemudian turut membubarkan diri.

Setelah rangkaian kegiatan selesai, Jalan Polisi Istimewa, Jalan Darmo, dan Jalan Dr Soetomo kembali dibuka untuk lalu lintas.

Momentum Semangat Juang

Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa Surabaya sekaligus menghidupkan kembali semangat pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, mendukung pembangunan, dan mendorong kemajuan bangsa.

Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus, bertepatan dengan peristiwa bersejarah Proklamasi Polisi yang dikumandangkan di Surabaya pada 21 Agustus 1945. Peristiwa tersebut menjadi tonggak keteguhan sikap anggota kepolisian untuk berdiri bersama Republik Indonesia dan mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Sejarah mencatat, pada 20 Agustus 1945, Iptu Muhammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa Surabaya menyepakati pernyataan kesetiaan kepada Negara Republik Indonesia sekaligus menyusun teks Proklamasi Polisi. Sehari kemudian, Muhammad Jasin memimpin apel di Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan Proklamasi Polisi yang diikuti seluruh anggotanya.

Proklamasi tersebut tidak hanya menjadi pernyataan kesetiaan, tetapi juga menegaskan tekad Polisi Istimewa Surabaya untuk berjuang bersama rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itu diwujudkan melalui keterlibatan aktif polisi dalam melucuti persenjataan Jepang, menyalurkan senjata kepada badan-badan perjuangan dan wilayah lain, hingga melakukan perlawanan terhadap Sekutu dalam rangkaian perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Dalam rangkaian upacara, Kapolri selaku inspektur upacara memimpin mengheningkan cipta dan membacakan Naskah Proklamasi Polisi. Pembacaan kembali naskah bersejarah tersebut menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus terus diwarisi dan diterjemahkan sesuai dengan tantangan setiap zaman.

Jika pada masa awal kemerdekaan perjuangan Polri diarahkan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, kini semangat yang sama diwujudkan melalui upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan. Karena itu, pelaksanaan tugas Polri memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman, menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, serta mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa.

Momentum Hari Juang Polri sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh personel untuk terus menjaga nilai keberanian, pengabdian, loyalitas, integritas, serta semangat pantang menyerah yang diwariskan para pendahulu. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi Polri dalam menjawab berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang semakin baik.

Semangat berjuang bersama rakyat yang ditunjukkan Polisi Istimewa Surabaya juga tetap relevan hingga saat ini. Kemajuan bangsa membutuhkan persatuan, stabilitas, serta sinergi seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, Polri terus mengambil bagian dengan menjaga keamanan, membangun kedekatan dengan masyarakat, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Upacara Hari Juang Polri 2026 diikuti jajaran Polri dan dihadiri 203 tamu undangan dari berbagai unsur, mulai dari Mabes Polri, Forkopimda, Pemerintah Kota Surabaya, tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa, akademisi, veteran, hingga keluarga besar Polri.

Peringatan di Kota Pahlawan tersebut menegaskan bahwa semangat perjuangan Polri tidak berhenti pada catatan sejarah. Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Polisi dikumandangkan, semangat perjuangan itu terus diwariskan kepada setiap generasi Bhayangkara untuk menjaga stabilitas keamanan, melayani masyarakat, serta memberikan pengabdian terbaik demi mendukung pembangunan dan mendorong Indonesia terus bergerak maju.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jahmada Girsang Jelaskan Beda Langkah Uji Materi ke MK dengan Peradi Bersatu ke MA
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Gempa Dahsyat M6,7 Guncang Peru Selatan
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Andre Rosiade: Presiden Siapkan Rp 220 M, Bangun Kembali Batu Busuk Pascabencana
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Gubernur Bersatu Hadapi Gempa Flores, Bali-Nusra Mulai Diuji
• 5 jam lalucumicumi.com
thumb
Foto: Diguncang Gempa, Sekolah di Manggarai Rusak Parah
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.