Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyampaikan pemerintah berupaya mewujudkan amanat sila ke-lima Pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, melalui penyediaan hunian yang terjangkau dan layak bagi masyarakat luas.
Hashim dalam acara Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam memenuhi prinsip keadilan bagi rakyat.
"Satu tantangan besar adalah menyediakan rumah yang terjangkau, yang layak, dan untuk masyarakat yang luas. Menurut Bapak Prabowo Subianto, pemerintah ditantang untuk memenuhi sila ke-lima Pancasila. Yaitu apa? Kita semua hafal dari awal, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Yang ini belum dirasakan banyak penduduk kita, warga kita, karena belum punya rumah yang layak huni," ujar Hashim.
Ia menilai pembangunan Hunian Terjangkau Manggarai menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak.
Baca juga: Blok F dan G Jadi Tahap Awal Pengembangan Hunian di TOD Manggarai
"Dengan proyek ini, saya berbangga bahwa tujuan kita, termasuk tujuan saya pribadi, ini kita mulai penuhi. Ini suatu prestasi yang luar biasa," katanya.
Hashim menyampaikan, proyek Hunian Manggarai menjadi pencapaian penting karena merupakan proyek hunian vertikal pertama yang dibangun di pusat Jakarta yang memiliki 24 lantai.
Selain pembangunan fisik, Hashim menekankan pentingnya aspek pemeliharaan dan pengelolaan hunian agar kualitas bangunan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Ia mengingatkan bahwa salah satu kelemahan yang perlu diperbaiki adalah budaya perawatan terhadap infrastruktur yang telah dibangun.
Baca juga: Dirut KAI: Pembangunan hunian Manggarai dukung tiga juta rumah
"Titik lemah kita adalah perawatan, pemeliharaan. Kita bangun dengan bagus sekali. Dari dulu kita membangun bagus sekali. Tapi kelemahan kita terus terang saja itu adalah maintenance (perawatan)," kata Hashim.
Ia berharap dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, Hunian Manggarai tetap berada dalam kondisi baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menempatinya.
"Mudah-mudahan 10 tahun lagi Pak Prabowo bisa berkunjung ke sini. Kita melihat bahwa nanti apartemen yang kita bangun bersama itu nanti kondisinya bagus. Jangan nanti berkarat, jangan nanti bocor-bocor," ujarnya.
Hashim dalam acara Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam memenuhi prinsip keadilan bagi rakyat.
"Satu tantangan besar adalah menyediakan rumah yang terjangkau, yang layak, dan untuk masyarakat yang luas. Menurut Bapak Prabowo Subianto, pemerintah ditantang untuk memenuhi sila ke-lima Pancasila. Yaitu apa? Kita semua hafal dari awal, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Yang ini belum dirasakan banyak penduduk kita, warga kita, karena belum punya rumah yang layak huni," ujar Hashim.
Ia menilai pembangunan Hunian Terjangkau Manggarai menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak.
Baca juga: Blok F dan G Jadi Tahap Awal Pengembangan Hunian di TOD Manggarai
"Dengan proyek ini, saya berbangga bahwa tujuan kita, termasuk tujuan saya pribadi, ini kita mulai penuhi. Ini suatu prestasi yang luar biasa," katanya.
Hashim menyampaikan, proyek Hunian Manggarai menjadi pencapaian penting karena merupakan proyek hunian vertikal pertama yang dibangun di pusat Jakarta yang memiliki 24 lantai.
Selain pembangunan fisik, Hashim menekankan pentingnya aspek pemeliharaan dan pengelolaan hunian agar kualitas bangunan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Ia mengingatkan bahwa salah satu kelemahan yang perlu diperbaiki adalah budaya perawatan terhadap infrastruktur yang telah dibangun.
Baca juga: Dirut KAI: Pembangunan hunian Manggarai dukung tiga juta rumah
"Titik lemah kita adalah perawatan, pemeliharaan. Kita bangun dengan bagus sekali. Dari dulu kita membangun bagus sekali. Tapi kelemahan kita terus terang saja itu adalah maintenance (perawatan)," kata Hashim.
Ia berharap dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, Hunian Manggarai tetap berada dalam kondisi baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menempatinya.
"Mudah-mudahan 10 tahun lagi Pak Prabowo bisa berkunjung ke sini. Kita melihat bahwa nanti apartemen yang kita bangun bersama itu nanti kondisinya bagus. Jangan nanti berkarat, jangan nanti bocor-bocor," ujarnya.





