WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mendeportasi sekitar 2.284 warga negara Meksiko ke Guatemala sepanjang tahun ini. Kebijakan tersebut menuai keberatan dari pemerintah Meksiko.
Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo mengonfirmasi bahwa negaranya telah menerima ribuan warga Meksiko yang dideportasi dari AS. Menurut dia, para deportan kemudian segera dipulangkan ke Meksiko melalui jalur transit.
“Mereka tiba dengan pesawat yang membawa warga Guatemala yang kembali,” kata Arevalo dilansir dari Aljazeera, Jumat (21/8/2026).
Arevalo menjelaskan, pemerintah Guatemala berkoordinasi dengan Meksiko untuk memastikan warga negara Meksiko tersebut dapat kembali ke negaranya. Mereka disebut dipulangkan dalam waktu 24 jam setelah tiba di Guatemala.
Deportasi ke negara ketiga sebelumnya kerap dibenarkan pemerintah AS dengan alasan sejumlah migran tidak dapat atau tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke negara asal. Namun, alasan tersebut dipertanyakan dalam kasus warga Meksiko karena Meksiko selama ini tetap menerima warga negaranya yang dideportasi dari AS.




