Gempa Susulan Flores M7,7 Diprediksi Masih Berlangsung 3-4 Minggu, BMKG Ungkap Polanya

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Seorang pria berjalan melewati sebuah bangunan yang rusak akibat gempa di Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Gempa M7,7 melanda NTT pada Sabtu (15/8/2026). (Sumber: AP Photo/Firdia Lisnawati)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi rangkaian gempa susulan setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih akan berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan.

Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 4.258 kejadian gempa susulan setelah gempa utama tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 118 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, sementara 31 gempa memiliki magnitudo di atas M5,0.

Baca Juga: Kala Tekad Lebih Kuat dari Batas Fisik, Berbekal Stetoskop Tangani Ratusan Warga Terdampak Gempa

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, aktivitas gempa susulan pada fase awal masih menunjukkan pola temporal yang kompleks.

"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan," kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Gempa Susulan Flores Masih Tinggi, Diprediksi Berlangsung 3-4 Minggu

Data BMKG menunjukkan aktivitas gempa susulan belum mengalami penurunan secara konsisten dari hari ke hari.

Pada hari pertama setelah gempa utama, BMKG mencatat 704 kejadian. Jumlah tersebut meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua.

Aktivitas kemudian tercatat sebanyak 668 kejadian pada hari ketiga, 649 kejadian pada hari keempat, dan 627 kejadian pada hari kelima.

Namun, pada hari keenam, jumlah gempa kembali meningkat menjadi 802 kejadian.

Pola tersebut menunjukkan aktivitas aftershock masih dinamis dan belum memperlihatkan pola peluruhan yang signifikan.

Baca Juga: 4.084 Gempa Susulan Guncang Flores, Terbaru M5.2 Jumat Dini Hari Tadi

Wijayanto memperkirakan rangkaian gempa susulan masih dapat berlangsung selama 3 hingga 4 minggu.

Perkiraan tersebut merupakan estimasi mengenai durasi berlangsungnya rangkaian gempa susulan, bukan prediksi bahwa gempa dengan magnitudo tertentu akan terjadi pada waktu tertentu.

Aktivitas gempa juga masih menghasilkan guncangan signifikan.

Pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB, BMKG mencatat gempa berkekuatan M5,6.

Kemudian pada 20 Agustus, dua gempa berkekuatan M5,8 terjadi masing-masing pada pukul 05.45 WIB dan 09.47 WIB.

Sejumlah guncangan tersebut dirasakan masyarakat dengan intensitas IV hingga VI MMI.

Gempa M5,8 pada 20 Agustus bahkan menyebabkan kerusakan susulan pada struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya telah terdampak, serta memicu tanah longsor di sejumlah titik.

Aktivitas Gempa Membentuk Klaster dan Bergeser ke Barat

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Bencana Rp5 T untuk Tangani Gempa NTT

Hasil relokasi BMKG menunjukkan gempa susulan tidak menyebar secara homogen, melainkan membentuk beberapa klaster.

Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.

Sementara itu, klaster lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Data seismisitas harian menunjukkan fokus aktivitas gempa juga terus berubah.

Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, aktivitas relatif tersebar di seluruh klaster dari timur hingga barat.

Namun, pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik mulai bergeser dan memusat di klaster bagian barat.

Di sisi lain, aktivitas pada klaster bagian timur mulai mengalami penurunan secara bertahap.

BMKG terus memantau perubahan tersebut untuk mengetahui perkembangan rangkaian gempa susulan selama beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Bencana Rp5 T untuk Tangani Gempa NTT

BMKG Pantau 24 Jam, Warga Diminta Waspada

BMKG mengoperasikan sistem pemantauan gempa secara real-time 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

Pemantauan mencakup jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas hingga karakteristik sumber gempa.

BMKG juga memperbarui data aktivitas gempa susulan secara rutin dua kali sehari melalui kanal media sosial resmi BMKG.

“Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Informasi resmi ini dapat diakses publik secara luas melalui kanal media sosial resmi BMKG seperti di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel," ucapnya.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai gempa susulan selama rangkaian aktivitas seismik masih berlangsung.

Dengan prediksi aktivitas aftershock masih berlangsung hingga 3–4 minggu ke depan, masyarakat di wilayah terdampak perlu tetap mengikuti informasi dan imbauan resmi BMKG. 

Baca Juga: [FULL] Gempa Susulan Terus Terjadi di NTT, BMKG Ungkap Potensi dan Wilayah Paling Rawan

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gempa Flores
  • gempa susulan
  • BMKG
  • NTT
  • Flores
  • Nagekeo
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Wakil Rektor Unsoed di Polresta Banyumas
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kubu Febrie Adriansyah Klaim Temukan 30 Indikasi Pelanggaran Hukum
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemendikti Bakal Dalami Jika OTT Rektor Unsoed Terkait Tata Kelola Pendidikan Tinggi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
"Berikanlah Hidayah", Kuasa Hukum Roy Suryo Berdoa Hakim Ketut Darpawan Berani Ambil Putusan
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Karhutla 2026 Meluas, Akankah Krisis Asap Asia 2015 Terulang?
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.