Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap bandara dan fasilitas milik perusahaan minyak raksasa milik Arab Saudi, Aramco, di wilayah Najran, selatan Arab Saudi, dekat perbatasan Yaman.
Kelompok tersebut "berhasil melakukan dua operasi militer menggunakan drone: yang pertama menargetkan situs musuh Saudi yang sensitif di Bandara Najran, sementara yang kedua menargetkan fasilitas Aramco di Najran," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree dalam sebuah pernyataan di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/8/2026).
Sebelumnya pada hari Kamis (20/8), Garda Revolusi Iran telah memperingatkan bahwa Arab Saudi "tidak akan mampu menahan" Houthi seiring kelompok yang didukung Iran itu, meningkatkan serangan terhadap kerajaan tersebut.
Yaman, yang terlibat dalam konflik sipil selama lebih dari satu dekade, pada bulan Juli lalu menjadi negara terbaru yang terseret ke dalam perang Timur Tengah, ketika Houthi membatalkan gencatan senjata tahun 2022 dengan pemerintah Yaman yang didukung Saudi.
Minggu ini, seorang menteri Yaman mengatakan kepada AFP, bahwa Houthi sedang merencanakan untuk merebut wilayah di sepanjang Selat Bab al-Mandab, yang akan memungkinkan mereka untuk semakin mengancam jalur pelayaran vital tersebut.
(ita/ita)





