Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan resmi mendapatkan Diego Moreira dari Strasbourg pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain asal Belgia itu menjadi rekrutan keempat Rossoneri.
Moreira tiba di Italia pada Selasa sebelum menjalani tes medis. Sehari kemudian, pemain berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak bersama Milan.
Ia memilih nomor punggung 22 yang pernah dikenakan legenda Milan, Kaká. Ruben Amorim dan Alexis Saelemaekers disebut turut berperan dalam proses kepindahan Moreira.
Diego Moreira, Rekrutan Keempat AC Milan
Moreira bukan pemain yang hanya terpaku pada satu posisi. Sepanjang kariernya, ia sudah dimainkan di tujuh peran berbeda.
Lahir di Liège, Belgia, pada 6 Agustus 2004, Moreira memiliki darah sepak bola yang kuat. Ayahnya, Almami Moreira, merupakan mantan pemain internasional Guinea-Bissau.
Karier Moreira dimulai bersama akademi Standard Liège hingga 2020. Setelah itu, ia pindah ke Benfica dan mulai berkembang di lingkungan sepak bola Portugal.
Bersama Benfica U-19, Moreira mencuri perhatian di UEFA Youth League. Ia membantu timnya menjuarai kompetisi tersebut setelah mengalahkan RB Salzburg 6-0 di final.
- acmilan.com
Perjalanan Moreira kemudian berlanjut ke Chelsea pada Juli 2023. Ia sempat menjalani debut senior sebelum dipinjamkan ke Lyon untuk mendapatkan pengalaman bermain.
Setelah hanya semusim di Stamford Bridge, Moreira pindah permanen ke Strasbourg pada Agustus 2024. Di klub Prancis tersebut, fleksibilitasnya semakin terlihat.
Moreira dapat bermain sebagai bek sayap hingga winger. Ia juga pernah ditempatkan sebagai gelandang serang sesuai kebutuhan tim.
Punya Kecepatan 34,5 Km/Jam dan Bisa Main di Tujuh Posisi
Salah satu kekuatan utama Moreira adalah kecepatan. Ia mampu mencapai kecepatan maksimal 34,5 kilometer per jam dalam pertandingan.
Ia juga memiliki etos kerja tinggi dengan jarak tempuh rata-rata 10,4 kilometer per laga. Moreira bahkan mencatat rata-rata 22,8 sprint dalam setiap pertandingan.
Kemampuan tersebut membuat Moreira efektif ketika membawa bola dalam kecepatan tinggi. Kontrol bola yang rapat membuatnya tetap mampu menjaga momentum saat menyerang ruang kosong.
Moreira juga memiliki sentuhan pertama yang menjadi salah satu keunggulan teknisnya. Ia mampu mengontrol bola sulit tanpa harus kehilangan keseimbangan saat bergerak.




