Indonesia dan China sepakat memperkuat kerja sama maritim, salah satunya melalui peningkatan keselamatan navigasi.
Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan perdana Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-China di Ruang Nusantara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Jumat (21/8).
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan kedua negara sepakat meningkatkan kolaborasi di sejumlah bidang kelautan.
"Kami sepakat meningkatkan kolaborasi di bidang keselamatan navigasi, penelitian ilmiah kelautan, keamanan maritim, dan pengembangan kapasitas," ujarnya, dalam joint press statement bersama Menlu China Wang Yi di Gedung Pancasila, usai CSD.
Kerja sama maritim tersebut menjadi salah satu dari lima pilar hubungan RI-China yang dibahas dalam CSD.
Kelima pilar itu mencakup politik, ekonomi, maritim, hubungan antarmasyarakat, dan keamanan.
Singgung Laut China SelatanMenlu China Wang Yi mengatakan kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama maritim di Laut China Selatan.
"Kedua pihak telah sepakat untuk memulai kembali kerja sama penangkapan ikan. Kami akan meningkatkan kerja sama maritim serta mendorong pembangunan bersama di Laut Tiongkok Selatan," kata Wang Yi.
Ia mengatakan RI-China juga berkomitmen menjalankan Declaration on the Conduct of Parties (DOC) dan mendorong penyelesaian Code of Conduct (COC).
"Kedua pihak berdedikasi untuk mengimplementasikan DOC, berupaya untuk menyelesaikan perundingan COC, bersama membangun narasi baru Laut Tiongkok Selatan yang damai, ramah, dan kerja sama," ujarnya.
Sugiono mengatakan penguatan kerja sama maritim menjadi bagian dari upaya kedua negara menindaklanjuti kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping.
"Melalui platform ini kita memperkuat mekanisme untuk menindaklanjuti konsensus yang telah disepakati oleh kedua Presiden, mengidentifikasi kerja sama-kerja sama baru dan juga mengatasi berbagai tantangan yang kita temui bersama," kata Sugiono.





