Udara Tak Sehat Imbas Karhutla, DPR Dorong Sekolah di Kalimantan Diliburkan Sementara

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah mempertimbangkan agar proses belajar-mengajar di sekolah di Kalimantan diliburkan sementara imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Lalu mengatakan, karhutla menimbulkan kabut asap dan menurunkan kualitas udara. Di sisi lain, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas.

Baca Juga :
Soroti Siklus Tahunan Karhutla, PKB Desak Menhut Fokus Benahi Tata Kelola Kawasan
Laporkan Sejumlah Pembatalan, Kemenhub Beberkan Dampak Asap Karhutla Kalimantan ke Operasional Penerbangan

"Pemerintah perlu mempertimbangkan libur sekolah secara sementara di wilayah yang terdampak, khususnya apabila kualitas udara sudah berada pada tingkat yang tidak sehat bagi anak-anak," ucap Lalu kepada wartawan, Jumat, 21 Agustus 2026.

Lalu menjelaskan, peliburan sekolah dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan sementara dengan pembelajaran tetap dilaksanakan melalui metode dalam jaringan (online) ataupun penugasan dari rumah.

Keputusan untuk meliburkan sekolah perlu didasarkan pada data kualitas udara, tingkat paparan asap serta rekomendasi instansi kesehatan dan kebencanaan setempat. Hal itu, kata Lalu, agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

"Intinya, ketika kualitas udara sudah mengancam kesehatan, melindungi anak-anak bukan berarti mengabaikan pendidikan, melainkan justru memastikan mereka tetap sehat adalah bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga keberlangsungan pendidikan," ungkap Lalu.

Sementara itu, pemerintah terus mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengatasi karhutla di wilayah Kalimantan.

OMC merupakan bagian dari strategi terpadu pengendalian karhutla untuk membantu meningkatkan peluang hujan dan membasahi wilayah rawan.

"Pelaksanaannya tetap didukung pemadaman darat, patroli, deteksi dini, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi.

Di Kalimantan Barat, OMC dilaksanakan pada 13-17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak. Dalam periode tersebut dilakukan sembilan sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik.

Berdasarkan prakiraan cuaca terkini, peluang pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23-27 Agustus 2026. BMKG tengah berkoordinasi untuk mengupayakan pelaksanaan kembali OMC di Kalimantan Barat pada periode tersebut.

Berikutnya di Kalimantan Tengah, OMC telah dilaksanakan dalam dua periode, yakni 27 Juli-4 Agustus dan 11-15 Agustus 2026. Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian sekitar 4,8 juta meter kubik.

Baca Juga :
Legislator DPR Minta Karhutla di Kalimantan Ditetapkan Jadi Bencana Nasional
Atasi Karhutla Kalimantan, Modifikasi Cuaca Terus Dioptimalkan
Kemenkes Catat Kasus ISPA Meningkat 400 Ribu per Minggu Imbas Karhutla

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pantauan Udara! BNPB Perlihatkan Dampak Gempa NTT, Cek Kondisi Landasan Tsunami
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Berburu Promo Liburan di ATF 2026, Hotel hingga Pengalaman MotoGP Ditawarkan
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemensos Dirikan Tiga Dapur Umum Korban Gempa Manggarai Timur
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Prinsip Pareto agar Usaha dapat Hasil Optimal
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Heboh Video 2 Pria Diduga DC Gesek Kendaraan di Parkiran GBK, Ada Unsur Pidananya?
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.