Penjelasan Mobil Listrik Bisa Parkir Paralel, Namun Tidak Dalam Waktu Lama

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sedang ramai perbincangan perihal kemampuan mobil listrik saat parkir dalam posisi paralel, dengan sistem rem tak terkunci, dan transmisi netral (N). Utamanya ketika salah satu pembuat konten yang membagikan pengalamannya memiliki Hyundai IONIQ 5.

Saat hendak membeli mobil listrik untuk dirinya, pria yang karib dipanggil Aa Juju ini mengutarakan satu pertanyaan yang sama; apakah mobil ini bisa parkir paralel? Hingga akhirnya pilihan jatuh pada Hyundai IONIQ 5.

"Akhirnya gue udah beli IONIQ 5 cash, tapi gue belum lama pakai udah rusak. Ini mobil bikin gue sampai berobat ke psikolog karena ini mobil bikin gue stres," buka potongan kalimat pertama unggahan video akun Instagram dirinya (@makanlurrrr).

Singkatnya, ia menceritakan Hyundai IONIQ 5 miliknya itu mengalami sejumlah kendala. Mulai disebut tidak dapat melakukan pengisian daya cepat (fast charging), layar head unit tidak menyala, hingga kendaraan tidak merespons karena aki soak (over use).

"Ada masalah mobil gue gak bisa nyala, jadi mobil gue tuh langsung ganti aki karena katanya (daya listrik) habis. Jadi mobil ini enggak disarankan buat parkir paralel," terang sosok yang ditengarai punya nama asli Julian Adityo Suwardi ini.

Mobil listrik memang tidak dirancang untuk parkir paralel?

Lantas timbul pertanyaan, apakah memang benar mayoritas mobil listrik yang beredar saat ini tidak bisa ditempatkan dalam posisi parkir paralel? Pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar coba menjelaskannya.

"Sebenarnya mobil EV tidak bisa merilis parking brake dan posisi (N). Itu sebenarnya buat emergency karena di luar negeri tidak boleh parking loss seperti itu. Makanya kalau isu itu namanya towing mode," buka Gofar kepada kumparan, Kamis (20/8).

Menurut Gofar, istilah parkir paralel di Indonesia memiliki makna sedikit berbeda dibanding cara parkir serupa di negara lain. Di dalam negeri, parkir paralel umumnya merupakan kondisi di mana posisi kendaraan melintang di depan barisan kendaraan yang terparkir seri.

Sudah barang tentu posisi tersebut menuntut agar kendaraan yang terparkir paralel untuk tidak mengaktifkan rem parkir (hand brake) agar mudah dipindahkan ketika kendaraan yang dihalanginya ingin keluar dari ruang parkir seri.

Sementara di beberapa negara, parkir paralel hanya dibedakan dari cara posisi kendaraan tersebut dibanding sistem seri. Artinya, kendaraan tetap mengisi ruang parkir yang telah disediakan dan bukan melintang mengadang kendaraan yang parkir secara seri.

Makanya, kendaraan tetap dapat berdiam dengan kondisi rem parkir aktif. Umumnya sistem parkir paralel seperti itu tersedia di ruang atau lahan yang amat terbatas seperti sepanjang pinggir jalan perkotaan dan relatif lebih mahal secara tarif dibanding parkir reguler.

Pada mobil listrik, sistem akan mengunci kendaraan ke posisi (P). Sementara jika berada di posisi (N) melalui towing mode, sistem elektronik tetap bekerja di latar belakang untuk mempertahankan posisi tersebut. Hal ini membuat komponen elektronik tetap mengambil daya listrik kecil dari aki 12 volt.

"Kalau dia masih dalam towing mode, artinya baterai gedenya itu akan diisolasi. Jadi artinya baterainya itu nggak bisa mengisi daya ke aki. Meski semua EV itu bisa dibuat netral, peruntukannya memang bukan buat parkir paralel dalam waktu yang sangat lama," lanjutnya.

Karena motor listrik penggerak langsung terhubung dengan roda, maka ada potensi komponen tersebut berubah fungsi menjadi penghasil daya listrik ketika kendaraan bergerak tanpa menggunakan daya listrik dari baterai. Seperti ketika didorong atau diderek.

Hal itu berisiko menciptakan daya listrik kejut yang tidak stabil ke baterai besar atau utama, makanya sistem memutus arus keluar dan masuk di baterai utama pada saat posisi towing mode. Kendaraan tetap dapat dipindahkan meski sebagian sistem kelistrikan padam.

Senada dengan Gofar, Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aam Muharam menjelaskan mobil listrik yang parkir paralel dalam kondisi transmisi netral terlalu lama, dapat menguras daya aki 12 Volt.

"Jangan kelamaan karena jika dalam waktu lama posisi (N) di mana sistem komputer dan shifter elektronik terus aktif, dapat menguras daya aki kecil (12V) hingga habis total. Ini berimbas ke sistem kelistrikan lainnya," jelasnya kepada kumparan.

Kondisi tersebut berkaitan dengan sistem yang digunakan masing-masing pabrikan. Pada beberapa mobil, tersedia mekanisme atau tombol tertentu untuk mematikan sistem kelistrikan. Sementara pada kondisi tertentu, sistem justru perlu tetap berada dalam mode siaga agar fungsi netral dapat dipertahankan.

"Dalam posisi itu (parkir paralel posisi transmisi netral) tepatnya mode siaga atau stand by. Kalau sampai off nanti komputer malah error," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Jakarta Musnahkan BKC Ilegal Rp20,18 Miliar, Kerugian Negara Capai Rp11,81 Miliar
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga RAM Laptop Lexar Terbaru 2026, Mulai dari Berapa untuk Upgrade Performa?
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
DPRD DKI Dukung Obligasi Daerah untuk Bangun Rusun Warga Bantaran Kali
• 3 jam laludisway.id
thumb
Jabar Tapaki Usia 81 Tahun, Layanan bagi Masyarakat Semakin Maksimal
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Ada Bulan Purnama, BMKG Beri Peringatan Dini Waspada Banjir Pesisir 21 Agustus-4 September 2026
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.