Sikka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total bantuan logistik untuk warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 776 ton sejak 15 hingga 21 Agustus 2026. Bantuan tersebut terus didistribusikan melalui berbagai jalur transportasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
"Total bantuan logistik sejak tanggal 15-21 Agustus 2026 berjumlah 776 ton," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Jumat, 21 Agustus 2026.
Berton mengatakan, pusat operasi distribusi bantuan berada di Gedung Halim Perdanakusuma, Jakarta. Gedung tersebut dikelola Pos Pendamping Logistik Nasional yang mengatur pengiriman bantuan menuju wilayah terdampak melalui Bandara Maumere dan Bandara Labuan Bajo.
Baca Juga :
Pada hari ini, BNPB kembali mendistribusikan sebanyak 65 ton bantuan logistik. Sebanyak 20 ton bantuan dikirim menuju Maumere, sedangkan 45 ton lainnya dikirim ke Labuan Bajo.
"Total distribusi bantuan dari Pos Pendukung Logistik Nasional pada hari ini 21 Agustus 2026 berjumlah 65 ton, menuju Maumere 20 ton dan Labuan Bajo 45 ton," ungkap Berton.
Berton menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan warga.
"Kami mengapresiasi bantuan yang telah diberikan bagi warga terdampak gempa di Flores NTT," ujarnya.
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
Ia memastikan setiap bantuan yang diterima akan disalurkan hingga ke masyarakat terdampak. Distribusi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan, baik melalui jalur udara, darat, maupun laut.
"Setiap bantuan yang diterima dipastikan didistribusikan melalui angkutan udara, darat, maupun laut hingga tiba sampai di masyarakat terdampak," tutur Berton.




