Appi: TPA Harus Berubah dari Beban Menjadi Nilai Ekonomi, Sampah Organik hingga Peternakan Dikembangkan

harianfajar
2 bulan lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan arah baru pengelolaan sampah di Kota Makassar adalah menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi, bukan lagi sekadar beban yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurut Munafri, pemerintah mulai mengembangkan berbagai pendekatan agar sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Nah, sekarang kita masuk ke dalam era untuk mengubah sampah menjadi uang,” tegasnya.

Salah satu instrumen yang terus diperkuat adalah keberadaan bank sampah. Selain sampah anorganik yang memiliki nilai jual, pemerintah juga mendorong pengelolaan sampah organik agar memberikan manfaat ekonomi.

Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, penghijauan, hingga pengembangan peternakan berbasis pakan organik.

“Tidak hanya sampah anorganik yang bisa dijual-belikan, ke depannya juga sampah organik setelah melalui hasil proses yang akhirnya menjadi kompos,” ungkapnya.

Appi bahkan membuka peluang agar pemerintah menyerap hasil pengolahan sampah organik tersebut sebagai pupuk bagi tanaman yang dikelola pemerintah.

“Ini nanti akan menjadi bagian dari kewajiban pemerintah mungkin membeli dari sampah ini sebagai pupuk untuk tanaman-tanaman yang ditanam oleh pemerintah,” imbuh Appi.

Ia menambahkan, kompos hasil pengolahan sampah juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung sektor pertanian modern.

“Dan dipakai masyarakat untuk bagaimana mengantisipasi yang namanya pertanian modern di tingkat bawah,” lanjutnya.

Selain pengelolaan sampah, Munafri memaparkan sejumlah inovasi berbasis masyarakat yang tengah dikembangkan di tingkat kelurahan. Salah satunya adalah rencana menjadikan Kelurahan Balla Parang sebagai kelurahan tematik berbasis tanaman herbal.

Program tersebut diinisiasi bersama dr Anna yang selama ini memiliki perhatian terhadap pengembangan tanaman herbal. Menurutnya, kawasan tersebut diharapkan menjadi contoh pemanfaatan lingkungan sekitar rumah untuk mendukung kesehatan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Beberapa kelurahan akan menjadi kelurahan tematik. Salah satunya Kelurahan Balla Parang. Dan itu diinisiasi oleh orang baru, Ibu Dokter Anna yang dulu di ahli herbal,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga menyinggung perubahan kondisi lingkungan di kawasan Antang yang selama ini identik dengan persoalan persampahan.

“Di Antang itu dulu kalau kita lewat itu bau sekali, sekarang Alhamdulillah sudah bagus sekali,” tegasnya.

Menurut Appi, perubahan tersebut harus terus dijaga melalui keterlibatan masyarakat agar pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi dapat berjalan berkelanjutan. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapa Pemilik Akun @hyperpoison? Sosok di Balik Foto Ijazah Jokowi Disorot di Sidang
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bursa Asia Berguguran, Saham Teknologi Tertekan Kekhawatiran Belanja AI
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
ASDP Siap Angkat Bangkai KMP Batumandi, Ini Sorotan Namarin
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Pihak Sarwendah Singgung Sosok yang Diduga Bayar 46 Akun Medsos untuk Menyerangnya
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
KBPP Polri dan PORDI Sulsel Dukung Polri Reaktivasi Siskamling
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.