JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyisir gang-gang kecil di wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, usai tawuran warga kembali pecah di Jalan Bukit Duri Timur, Tebet, Jumat (21/8/2026) sore.
Pantauan Kompas.com, beberapa gang sengaja ditutup selama penyisiran (sweeping), di antaranya Jalan Kutilang dan Jalan Meliwis.
Akses jalan ditutup dengan kayu yang dipasang bersilang. Sebuah mobil terparkir di depannya.
Baca juga: KRL Terlambat 1 Jam Imbas Tawuran di Manggarai, Penumpang Menumpuk, Barang Berjatuhan ke Rel
Di permukaan Jalan Bukit Duri Timur, terlihat batu-batu bertebaran, dengan pecahannya yang menempel di permukaan jalan.
Di dalam gang-gang kecil, sejumlah anggota kepolisian berjaga. Tak banyak aktivitas warga yang terlihat, seolah masih was-was dengan yang sebelumnya terjadi.
Saat rombongan kepolisian kembali bergerak, warga menyerukan permohohan pengamanan.
“Jangan pulang dulu ya pak,” kata warga saat polisi melintas.
Hingga pukul 20.25 WIB, polisi masih menyisir setiap gang mencari warga yang terlibat tawuran.
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan mengatakan, penyisiran ini dilakukan untuk menyelesaikan secara tuntas perkara tawuran yang terjadi terus berulang.
“Jadi kami sweeping ini tujuannya supaya tidak terulang lagi, supaya kondusif,” kata Putu saat ditemui di lokasi, Jumat.
Sejumlah senjata tajam dan benda menyerupai senjata api dibawa lalu dikumpulkan ke salah satu rumah di pinggir rel.
Baca juga: Perjalanan KRL Terganggu, Ada Tawuran Dekat Stasiun Manggarai
“Kami amankan juga barang, kayak itu ada sajam celurit, sarana yang dipakai lah,” ujar dia.
Berdasarkan penelusuran kepolisian, tawuran ini pecah karena konflik antarwarga yang dipicu dengan petasan.
“(Penyebabnya) petasan tadi. Iya (kayak biasa), antar warga, sudah kayak penyakit di sini. Makanya mau kami tuntaskan,” tegas Putu.
Untuk mencari peserta tawuran, polisi berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, hingga kelurahan untuk kepentingan identifikasi.
Adapun, tawuran yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB ini sempat menyebabkan gangguan pelayanan kereta rel listrik (KRL) di antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Tebet.
Perjalanan KRL red line baru kembali beroperasi sekira pukul 18.00 WIB.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





