Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank of Korea (BOK) membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan di tengah inflasi yang masih berada di atas target dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan (Korsel) yang lebih kuat dari perkiraan. Namun, bank sentral menegaskan keputusan tersebut akan diambil secara hati-hati dan fleksibel.

Wakil Gubernur Senior BOKKwon Min-soo mengatakan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan moneter. Kwon juga mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga memiliki manfaat sekaligus efek samping terhadap perekonomian.


Baca: Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

"Saatnya untuk mengambil keputusan kebijakan dengan sangat hati-hati, dan fleksibel jika diperlukan," ujar Kwon kepada wartawan, Jumat (21/8/2026), seperti dikutip Reuters.

"Ketika memutuskan suku bunga, kita harus mempertimbangkan tren pertumbuhan dan inflasi, serta stabilitas keuangan," katanya.

Baca: Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila

Sinyal tersebut muncul menjelang rapat kebijakan moneter BOK pada 27 Agustus. Pada Juli lalu, BOK telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%, dari 2,50%, atau kenaikan pertama dalam 3,5 tahun.

Tekanan inflasi menjadi perhatian karena inflasi Korea Selatan berada di atas target 2% bank sentral. Di sisi lain, pemulihan ekonomi berlangsung lebih kuat dari perkiraan, didukung antara lain oleh kinerja sektor semikonduktor, sehingga ruang untuk pengetatan kebijakan kembali terbuka.

Meski demikian, Kwon menolak dikategorikan sebagai pejabat yang cenderung hawkish atau dovish. Ia menegaskan kebijakan akan ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi dan data yang tersedia.

"Saya tidak ingin diberi label hawkish atau dovish. Saya akan mengambil keputusan secara fleksibel berdasarkan data," ujarnya.

Selain inflasi dan pertumbuhan, nilai tukar won juga menjadi faktor yang diperhatikan BOK. Won telah menguat tajam sejak bulan lalu hingga mendekati level tertinggi dalam 11 bulan, tetapi Kwon menilai volatilitas mata uang dan berbagai faktor eksternal tetap perlu diperhitungkan dalam kebijakan moneter.

Dengan suku bunga saat ini berada di 2,75%, pasar kini menanti apakah BOK akan kembali menaikkan bunga dalam rapat pekan depan atau memilih menahan diri. Pernyataan Kwon menunjukkan bank sentral masih membuka kedua opsi tersebut, dengan keputusan akhir akan bergantung pada perkembangan inflasi, pertumbuhan, stabilitas keuangan, serta risiko eksternal.

Baca: Video: Trump Aktif Lagi Kritik The Fed, Minta Suku Bunga AS Turun

(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Asumsi Makro RAPBN 2027, Apa Efeknya ke IHSG & Rupiah?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asbanda Minta BPD Diberi Kesempatan Setara dalam Transaksi Pemerintah
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Buka Akses Ekonomi, BNPP RI Reaktivasi Perlintasan Temajuk-Telok Melano
• 3 jam laludetik.com
thumb
Wall Street Melemah, Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Seolhyun dan Shin Eun Soo Bagikan Momen Hang Out Bersama, Bestie Goals!
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Indonesia-China Mulai Susun Plan of Action 2027-2031 Lewat CSD Perdana
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.