Bansos Pelaku Tawuran yang Bikin KRL Terganggu Terancam Dicabut

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Lurah Bukit Duri Muhamad Ngasri mengatakan keluarga pelaku tawuran terancam kehilangan bantuan sosial (bansos) jika bentrokan kembali terjadi di wilayah tersebut.

Sanksi itu disiapkan bersama pengurus wilayah dan tokoh masyarakat setelah tawuran pecah pada Kamis (20/8/2026) malam dan Jumat (21/8/2026) sore.

Advertisement

BACA JUGA: Bansos Pelaku Tawuran yang Bikin KRL Terganggu Terancam Dicabut

Kesepakatan tersebut muncul dalam rapat penanganan tawuran yang digelar di Aula Kantor Lurah Bukit Duri, Jumat (21/8/2026).

“Kalau tawuran terjadi kembali, seluruh bantuan sosial yang didapat keluarga pelaku akan dicabut. Ini supaya ada efek jera dan orang tua juga ikut mengawasi anak-anaknya,” kata Ngasri saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Selain pencabutan bansos, warga yang terlibat tawuran juga disiapkan sanksi sosial. Salah satunya diwajibkan mengikuti siskamling setiap hari atau menjalani bentuk sanksi lain sesuai kesepakatan lingkungan.

Ngasri meminta orang tua lebih ketat mengawasi aktivitas anak, termasuk pergaulan dan penggunaan media sosial yang berpotensi menjadi pintu masuk provokasi.

“Kami juga mengaktifkan kembali siskamling di seluruh wilayah RW. Kami ingin warga bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terpancing provokasi,” ujarnya.

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekor, LRT Jabodebek Angkut 3 Juta Penumpang pada Juli 2026
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Purbaya Sebut Dana Bantuan Rp44 Miliar untuk Gempa NTT Bukan Anggaran Baru
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peralihan Status Guru PPPK Dinilai Akan Ringankan Beban Fiskal Daerah
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Waspadai DBD di Tengah Kemarau, DKI Intensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk
• 19 jam laludetik.com
thumb
Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB
• 8 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.