Usia 40-an Sering Bangun Jam 2 atau 3 Pagi? Jangan Anggap Sepele, Ini Penyebabnya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Sering terbangun pada pukul 02.00 atau pukul 03.00 pagi? Bangun di waktu tersebut sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi. Kebanyakan dari mereka terbangun di waktu tersebut karena jam tidur mereka lebih awal.

Ada dari mereka yang terbangun di waktu tersebut lantaran ingin menjalankan ibadah solat sunah. Namun jika dilihat dari sisi kesehatan, apa yang menyebabkan seseorang bangun di waktu tersebut?

Baca Juga :
Cukup Lirik Pergelangan Tangan, Notifikasi hingga Tingkat Stres Bisa Dipantau Lebih Praktis
Tidur Tidak Lagi Senyenyak Dulu Setelah 50 Tahun, Apa yang Terjadi?

Melansir laman Healthline, Sabtu 22 Agustus 2026, ada banyak alasan seseorang bisa terbangun pada pukul 02.00 atau pukul 03.00 pagi. Anda mungkin lebih sering terbangun ketika sedang mengalami stres. Kebiasaan terbangun pada waktu tersebut juga bisa menjadi salah satu tanda insomnia.

Menentukan penyebab gangguan tidur seperti ini terkadang tidak mudah. Namun, beberapa faktor berikut mungkin bisa menjelaskan mengapa Anda sering terjaga pada pukul 02.00 atau pukul 03.00 pagi.

1. Stres

Jika kebiasaan terbangun pada waktu tersebut baru terjadi belakangan ini, stres bisa menjadi salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan. Ketika merasa stres, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatik sehingga Anda bisa tiba-tiba terbangun di tengah malam.

Saat itu, detak jantung dan tekanan darah dapat meningkat. Perubahan yang terjadi pada tubuh tersebut kemudian bisa membuat Anda sulit untuk kembali tidur.

Tingkat stres juga bisa meningkat ketika ada sesuatu dalam hidup yang membuat Anda cemas atau khawatir. Hal ini dapat berkaitan dengan perubahan atau ketidakpastian dalam pekerjaan, hubungan, kondisi kesehatan, maupun masalah keuangan.

Jika stres berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya bicarakan kondisi tersebut dengan dokter. Terapi maupun perubahan gaya hidup juga dapat membantu mengurangi tingkat stres.

2. Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat didiagnosis ketika seseorang mengalami kesulitan untuk kembali tidur setelah terbangun pada malam hari secara berulang.

Sebagian besar masyarakat pernah mengalami masalah tidur, tetapi insomnia kronis memiliki kriteria tertentu. Kesulitan untuk tidur atau mempertahankan tidur yang terjadi setidaknya 3 malam dalam seminggu selama 3 bulan atau lebih, disertai dampak pada aktivitas di siang hari, dapat dikategorikan sebagai insomnia kronis.

Salah satu penelitian menemukan bahwa sekitar 10 hingga 20 persen populasi mengalami insomnia, dan angkanya dapat meningkat hingga 40 persen pada kelompok usia lanjut.

Baca Juga :
Ironi Tukang Bangunan, Bangun Rumah Impian Orang Namun Tinggal di Rumah Tak Layak
Ternyata Ini 7 Kebiasaan Orang yang Jarang Stres di Tempat Kerja, Tetap Produktif Tanpa Burnout
Pria di Kyoto Ditangkap karena Putar Radio dan Main Gitar Listrik Bersuara Keras, Tetangga Sampai Insomnia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Clairefontaine Awal, Kudus Jadi Panggung: Kesempatan Emas Timnas Putri Indonesia U-17 Unjuk Gigi
• 2 jam lalubola.com
thumb
Harga CPO Tembus Level Tertinggi sejak Desember 2024
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kaspersky Bongkar Ancaman Baru AI, Ransomware Kini Bisa Menyerang Sendiri
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KAI Properti Revitalisasi Kantor KAI Divre 1 Sumatera Utara
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Imigrasi Jaksel Bawa Layanan Paspor ke CFD Sudirman
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.