SIKKA, iNews.id - Polri bersama sejumlah unsur terkait mengevakuasi dua warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). Evakuasi dilakukan melalui jalur udara karena akses darat dan laut masih terbatas pascabencana.
Dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kedua warga tersebut yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah.
Sementara korban lainnya Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang dalam kondisi hamil dan siap melahirkan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat untuk memastikan warga terdampak bencana gempa NTT mendapat pertolongan medis.
Baca Juga:Identitas Polisi Gugur Diserang OTK di Yahukimo Papua, Tubuh Penuh Luka Tusuk“Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Brigjen Trunoyudo, Jumat (21/8/2026).
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA dari Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere.
Dalam operasi tersebut, dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk membawa kedua korban menuju fasilitas kesehatan di Maumere.
Maria Noni membutuhkan perawatan lanjutan setelah mengalami cedera akibat tertimpa bangunan rumah saat gempa. Sementara Maria Angela Ngei dievakuasi karena kondisi kehamilannya yang membutuhkan pemantauan medis menjelang proses persalinan.
Personel Polres Sikka turut membantu memastikan proses pemindahan korban berjalan aman dan tertib. Pendampingan juga diberikan selama proses evakuasi hingga korban diterbangkan menggunakan helikopter.
Trunoyudo menegaskan, peran Polri dalam penanganan bencana tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu proses kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Baca Juga:Prihatin! Tanpa Siswa Baru, SDN di Sidoarjo Hanya Miliki 12 Murid“Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” katanya.
Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban berhasil diterbangkan menuju Maumere. Proses evakuasi berakhir sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman serta kondusif. Evakuasi ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan korban gempa Palue, terutama bagi warga dengan kondisi rentan yang membutuhkan akses kesehatan segera.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” ucapnya.
#regional




