PKP dan pengembang perkuat sinergi percepat pembangunan 3 juta rumah

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah (pemda) dan para pengembang senior nasional untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa keberhasilan Program 3 Juta Rumah membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, pengembang, lembaga pembiayaan, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Selain memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau, pemerintah juga mendorong regenerasi pelaku usaha agar sektor perumahan semakin sehat dan berkelanjutan.

“Untuk Republik ini kita harus menciptakan pengembang-pengembang baru yang bertanggung jawab dan berkualitas, saya tidak ragu untuk itu,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa regenerasi pengembang mulai tumbuh dan akan terus didorong untuk mendukung percepatan penyediaan rumah bagi masyarakat.

“Jadi sekarang sudah ada regenerasi pengembang perumahan, dan Desember kami akan melaksanakan akad massal 71.000 rumah di Jawa Timur,” katanya.

Baca juga: KAI-PKP gandeng investor Qatar wujudkan pembangunan 3 juta rumah

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berdiskusi dengan para pengembang senior.

Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyerap masukan, kritik, serta pengalaman lapangan dari pelaku industri properti dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan perkembangan integrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam rencana tata ruang daerah. Pembahasan ini menjadi penting untuk memberikan kepastian tata ruang sekaligus mendukung percepatan pembangunan perumahan tanpa mengabaikan perlindungan lahan pertanian.

Secara agregat nasional, progres verifikasi usulan LP2B telah mencapai 87,53 persen, melampaui target minimal nasional sebesar 87 persen dari luasan Lahan Baku Sawah (LBS).

Sebanyak 30 provinsi telah melampaui target pemenuhan usulan di atas 87 persen. Sementara itu, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada delapan provinsi yang masih perlu mempercepat pemenuhan target, yakni Riau, Jambi, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Papua.

Kepastian tata ruang tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi pengembangan perumahan sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan administrasi terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang masih ditemui di lapangan.

Para peserta juga mengevaluasi berbagai tantangan pembangunan perumahan, mulai dari keterbatasan harga rumah, proses administrasi pertanahan, hingga kebutuhan peningkatan kuota rumah subsidi yang lebih berkualitas.

Baca juga: Kementerian PKP menjaring aspirasi percepatan program Tiga Juta Rumah

Baca juga: Menteri PKP sebut pengembang muda bukti sukses program rumah subsidi

Baca juga: Kementerian PKP dan Bappenas memperkuat skema pembiayaan alternatif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmikan 35 Rumah Layak Huni, PMJ: Ini Wujud Nyata Kemerdekaan untuk Rakyat!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Sempat Kawin Lari, 2 ABG di Sulsel Dinikahkan Ortu
• 1 jam laludetik.com
thumb
Respons Praperadilan Ditolak, Dokter Tifa: Optimistis Hadapi Sidang Ijazah Jokowi | SAPA MALAM
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov Sumut Ambil Alih Perbaikan Total 167 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Medan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
BUMD DKI Galang Bantuan Korban Gempa NTT
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.