Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi singgung soal mentalitas pejabat dan rakyat ramai jadi sorotan. Usut punya usut hal itu karenan persoalan selama 32 tahun sampah menumpuk di Bandung.
Menurut Gubernur Jawa Barat itu, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya hal ini bisa membentuk kebiasaan yang akhirnya akan mencemari lingkungan.
Sebagai contoh, Dedi Mulyadi singgung soal sampah di salah satu saluran air dekat kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kota Bandung. Menurut Dedi, sampah di saluran tersebut sudah menumpuk selama 32 tahun.
Itulah sebabnya, Dedi ingin memperbaiki mentalitas pejabat sekaligus rakyat.
"Karena yang harus diperbaiki itu bukan hanya mentalitas pejabat, rakyat juga harus diperbaiki. Gitu loh.
Saya misalnya, di saya ungkap deh, di Bandung ini ada satu saluran air yang sampahnya 32 tahun baru diangkat," beber Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com, Jumat (21/8/2026).
Sampah-sampah itu pun menumpuk karena sudah lama diabaikan. Ditambah lagi, area itu digunakan sebagai tempat pedagang kaki lima (PKL). Dimana sampah-sampah itu akhirnya terus menumpuk.
"32 tahun hitungan saya. Karena itu bertumpuk, bertumpuk, bertumpuk. Nah, Bandung ini kan terjadi karena itu.
Saluran airnya digunakan untuk berdagang, sampahnya tidak diperhatikan, bertumpuk," imbuhnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa KDM itu merasa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Namun juga masyarakat.
Dimana masyarakat juga memiliki peranan penting untuk menjaga lingkungan. Dan hal ini tak boleh dianggap sepele.
Dan permasalahan sampah hal ini harus segera dimerdekakan.
"Coba lihat sekarang. Nah, ini problem. Menurut saya hitung 32 tahun ada deh itu sampah di situ. Artinya ini harus dimerdekakan. Artinya setiap orang harus memiliki hak dan memiliki kewajiban," ungkap Dedi Mulyadi.
Sementara itu, dilansir dari TribunJabar.id, selain Dedi Mulyadi singgung soal mentalitas pejabat dan rakyat, ia juga mencontohkan pentingnya memberikan arahan dan penghargaan kepada para petugas kebersihan.
"Kita contoh deh, misalnya tadi tukang sapu. Tukang sapu kalau diarahin, dimuliakan, juga hebat. Bukan hanya hebat nyapunya, barisnya juga hebat.
Kasih 3 bulan lagi barisnya, itu sudah kayak pasukan elit tuh, minimal pasukan elit tukang nyapulah," tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli




