Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Meminta Hujan Saat Kemarau Panjang

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Tata cara salat istisqa. (Sumber: Envato/drazenphoto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Agama menjelaskan tata cara pelaksanaan salat istisqa atau salat meminta hujan yang dapat dilakukan umat Islam ketika menghadapi kemarau panjang.

Pelaksanaan salat istisqa memiliki tata cara yang serupa dengan salat Idulfitri dan Iduladha, termasuk jumlah takbir pada rakaat pertama dan kedua.

Melansir kemenag.go.id, salat istisqa merupakan salat yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Selain melaksanakan salat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak taubat, memohon ampun atas dosa, serta memperbanyak istigfar.

Berikut tata cara salat istisqa berdasarkan tata cara dari Kementerian Agama:

Baca Juga: Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Jawa Barat hingga 31 Agustus 2026, Cek Wilayah Masuk Awas!

1. Berniat salat istisqa

Jemaah berniat melaksanakan salat sunah istisqa sebanyak dua rakaat dengan menghadap kiblat. Niat salat istisqa adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

2. Melaksanakan salat dua rakaat

Pelaksanaan salat istisqa sama dengan salat Idulfitri atau Iduladha. Setelah takbiratul ihram, pada rakaat pertama dilakukan takbir sebanyak tujuh kali.

Setelah itu, salat dilanjutkan hingga rukuk, sujud, duduk tahiyyat, kemudian salam. Pada rakaat kedua dilakukan takbir sebanyak lima kali, lalu salat dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk tahiyyat, dan salam.

3. Khatib menyampaikan dua khutbah

Setelah salat selesai, khatib menyampaikan khotbah dan jemaah yang hadir mendengarkannya.

Salat istisqa terdiri atas dua khotbah. Khatib menyampaikan khotbah dengan berdiri dan diselingi sekali duduk di antara khotbah pertama dan kedua.

Rukun khotbah dan tata cara pelaksanaan khotbah salat istisqa sama dengan pada salat Id. Pada khotbah pertama, khatib membaca takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khotbah kedua membaca takbir sebanyak tujuh kali.

4. Mengajak umat bertaubat dan memperbanyak istighfar

Dalam materi khotbah, khatib dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertaubat dan memohon ampun atas segala dosa. Jamaah juga dianjurkan memperbanyak istighfar.

Anjuran tersebut dilakukan dengan harapan Allah SWT mengabulkan permohonan umat Islam dan makhluk hidup lainnya yang membutuhkan air ketika terjadi kemarau panjang.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan 20-26 Agustus 2026

5. Membaca doa dan menghadap kiblat

Pada setiap akhir khotbah pertama dan kedua, khatib disunnahkan membaca doa dengan cara membalikkan badan dan membelakangi jemaah untuk menghadap kiblat.

Saat berdoa, khatib juga menukar posisi selendang atau sorban di pundaknya serta mengangkat kedua tangan.

Dengan pelaksanaan salat, khotbah, doa, taubat, dan memperbanyak istighfar tersebut, umat Islam memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan sebagai rahmat dan memenuhi kebutuhan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Niat dan Tata Cara Salat Istisqa
  • salat meminta hujan
  • salat minta hujan
  • salat istisqa
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp 36 Miliar di Tangsel
• 4 jam laludetik.com
thumb
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Persib Tak Bisa Jamu Manila Digger di GBLA, Marc Klok: Tidak Mengeluh, Gas!
• 2 jam lalubola.com
thumb
Sabu-Ganja Diselipkan di Kepala Ikan, Pengunjung Rutan Tarutung Diciduk
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pendampingan Usaha Bantu Dongkrak Omzet UMKM
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.