Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan QRIS agar transaksi usaha lebih tercatat dan memudahkan akses untuk memperoleh pembiayaan.
Aida S. Budiman Deputi Gubernur BI mengatakan, salah satu kendala yang masih dihadapi UMKM adalah pencatatan keuangan yang belum memadai.
Kondisi itu membuat perbankan maupun lembaga keuangan tidak selalu memiliki informasi yang cukup untuk menilai kelayakan usaha calon penerima pembiayaan.
Karena itu, penggunaan QRIS dan sistem pembayaran digital lainnya, dinilai bisa membantu membangun rekam jejak transaksi UMKM secara lebih jelas.
“Ini semua akan membawa ke dalam ekosistem UMKM tadi, sehingga UMKM tercatat, terlihat, terukur. Bila dilakukan ini semua, maka UMKM itu akan layak untuk pembiayaan,” kata Aida dalam acara Karya Kreatif Indonesia di Jakarta, Jumat (21/8/2026) dikutip Antara.
Menurutnya, semakin lengkap data transaksi usaha, semakin mudah pula lembaga keuangan melihat kondisi dan aktivitas UMKM sebelum memberikan pembiayaan.
Dorongan penggunaan QRIS juga dibarengi dengan kebijakan biaya transaksi yang lebih ringan. BI akan menerapkan merchant discount rate (MDR) QRIS sebesar 0 persen untuk transaksi hingga Rp100.000 mulai Oktober 2026. Sementara MDR QRIS 0 persen untuk transaksi hingga Rp500.000 pada usaha mikro tetap berjalan.
Upaya itu dinilai penting karena pertumbuhan kredit UMKM masih tertinggal dibandingkan kredit perbankan secara keseluruhan.
BI mencatat kredit UMKM pada Juli 2026 hanya tumbuh 1,62 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), sedangkan total kredit perbankan tumbuh 13,58 persen.
Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) UMKM berada di kisaran 4,5 persen hingga 5,6 persen, lebih tinggi dibandingkan NPL perbankan nasional sebesar 2,09 persen.
Aida menilai digitalisasi melalui QRIS bisa menjadi salah satu cara agar UMKM semakin tercatat, terlihat, dan terukur. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak hanya mendapat kemudahan dalam menerima pembayaran, tapi juga memiliki data transaksi yang bisa memperkuat penilaian saat mengajukan pembiayaan. (ant/bil/iss)




