Kisah Petugas SPBU Pertamina Korban Gempa NTT, Tetap Layani Warga Agar Kebutuhan Energi Terjaga

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Manggarai, VIVA – Pagi itu, Valentinus Jantur (39) tengah bersiap berangkat kerja ketika gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Manggarai, Sabtu (15/8/2026), sekitar pukul 05.46 WITA. Guncangan yang kuat membuatnya spontan menggendong sang anak dan berlari keluar rumah bersama keluarganya.

“Kami langsung keluar rumah, tidak pakai lama. Besar sekali guncangannya. Kami langsung menggendong anak, lari keluar rumah,” kenang Valentinus saat ditemui di kediamannya di Kampung Mando, Kelurahan Compang Carep, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.

Baca Juga :
Relawan Asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Jenazah Dievakuasi Basarnas
Korban Tewas Gempa Kolombia Bertambah Jadi 321 Orang, 257 Masih Hilang

Hari itu, Valentinus tidak berangkat bekerja. Keselamatan keluarga menjadi prioritasnya. Bersama keluarganya dan lima keluarga lain, ia kemudian tinggal sementara di tenda sederhana yang didirikan di depan rumah. Anak-anaknya pun belum kembali bersekolah.

Trauma akibat gempa masih terasa. Bahkan untuk kembali beraktivitas di dalam rumah, Valentinus dan keluarganya masih diliputi rasa khawatir. “Gempa sekarang ini yang terbesar, yang paling parah. Kami masih takut, mau ke kamar mandi saja takut, masih trauma,” ujarnya.

Namun, sehari setelah gempa, Valentinus kembali mengenakan seragamnya. Ia kembali bertugas sebagai operator SPBU Mbaumuku 54.865.01, Ruteng, melayani masyarakat yang juga tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Di tengah kondisi keluarganya sendiri yang belum sepenuhnya pulih, Valentinus menyadari kebutuhan energi masyarakat tidak berhenti. BBM tetap dibutuhkan untuk mendukung mobilitas dan berbagai aktivitas masyarakat pascagempa.

“Sudah kewajiban melayani masyarakat. Tugas kami memang harus seperti itu, untuk melayani masyarakat terdampak,” katanya.

Tetap Melayani di Tengah Pemulihan

Keputusan Valentinus untuk kembali bekerja mendapat dukungan keluarganya. Baginya, menjalankan tugas di SPBU dan menjaga keluarganya merupakan dua tanggung jawab yang sama-sama harus dijalankan.

“Keluarga mendukung. Harus melayani walaupun dalam keadaan begini. Ada tanggung jawab untuk keluarga dan anak,” tuturnya.

Dukungan Pertamina kepada para operator SPBU terdampak gempa turut membantu mereka melewati masa pemulihan. Valentinus mengatakan perhatian tersebut menjadi penyemangat baginya untuk terus menjalankan tugas.

“Kami juga mendapat bantuan dari Pertamina. Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga kami sebagai operator tetap bisa melayani dan bertugas,” ucapnya.

Baca Juga :
Pertamina Buka Posko Kesehatan Gratis Bagi Para Pengungsi Gempa di Reo
Bantu Korban Gempa NTT, Pertamina Salurkan 9.600 Paket Sembako dan Gelar Trauma Healing
Kunjungi Korban Gempa di NTT, Gibran: Kita Ingin Pastikan Masyarakat Tak Sendiri Hadapi Bencana

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahasa Indonesia Ditargetkan Jadi Bahasa Internasional 2045, Pemerintah Genjot Diplomasi Lewat BIPA
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Selebritas Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Investasi | SAPA MALAM
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
BI Dorong Ponpes Annuqayah Sumenep Perkuat Ekonomi Pesantren Lewat Pertanian hingga Pengelolaan Sampah
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Aksi Tim Medis Polri Selamatkan Korban Henti Jantung Saat Gempa Susulan di NTT
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aktivitas Harian yang Jadi Sulit Dilakukan karena Rutinitas Kerja Full Time
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.