Info dari Seskab Teddy: Ada Tambahan Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Lokasi Karhutla

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah terus memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan karhutla di sejumlah wilayah dengan potensi kebakaran tinggi.

Menurut pejabat berlatar belakang militer dengan pangkat letnan kolonel itu, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Tinjau Kebakaran Hutan & Pantau Pemadaman

Teddy menuturkan lima pesawat TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, pada Jumat (21/8) siang.

“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,” ucap Teddy.

BACA JUGA: Memperkuat OMC Penanganan Karhutla di Kalbar, TNI AU Kerahkan Pesawat CASA A-2117

Selain lima pesawat tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Armada tersebut disiapkan untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan perkembangan situasi di lapangan.

BACA JUGA: Karhutla Bikin Kalimantan Bak Neraka, DPR Minta Tetapkan Status Bencana Nasional

Merujuk laporan Kepala BNPB Suharyanto, Teddy menyebut 52 pesawat telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi dengan potensi kebakaran tinggi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,” kata Teddy.

Armada yang ditempatkan di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter yang mendukung kegiatan patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemadaman kebakaran dari udara melalui water bombing. Operasi udara tersebut telah berlangsung secara intensif.

Pada 20–21 Agustus 2026, armada BNPB bersama TNI melakukan operasi water bombing untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik karhutla dari udara di wilayah terdampak.(dit/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tanggapi Narasi Menganggap Prabowo Diam Soal Karhutla di Kalimantan, Ketum LOGIS 08: Menyesatkan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Tewas Gempa Kolombia Bertambah Jadi 321 Orang, 257 Masih Hilang
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Maulid Nabi Boleh Dirayakan atau Tidak? Begini Penjelasan Tegas Ustaz Adi Hidayat
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar, Terima Laporan 198 Hotspot
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Rektor Ditangkap KPK, Unsoed Pastikan Kegiatan Akademik Berjalan Normal
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Rektor Unsoed Siapkan 73 Kuota untuk Calon Maba yang Ortunya Sudah Diperas
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.