Gempa Magnitudo 6,7 Mengguncang Peru, Getaran Dahsyat, Longsor dan Bangunan Roboh Terekam Kamera  

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Pada Kamis (20/8) sore, gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang Peru. Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah, bahkan hingga ibu kota Lima. Setidaknya 3 orang terluka dan puluhan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

Menurut pengukuran Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), sekitar pukul 13.00 waktu setempat pada 20 Agustus (pukul 02.00 dini hari 21 Agustus waktu Beijing), gempa berkekuatan 6,7 magnitudo terjadi di Peru. Episentrum berada pada koordinat 14,641° LS dan 73,524° BB, dengan kedalaman sekitar 99 kilometer. Pusat gempa berada di Pegunungan Andes, sekitar 31 kilometer barat laut Aniso, di wilayah Ayacucho.

Institut Geofisika Peru (IGP) pada awalnya memperkirakan kekuatan gempa mencapai 7,2 magnitudo.

Direktur IGP Hernando Tavera mengatakan, karena pusat gempa berada cukup dalam, energi gempa telah melemah secara signifikan ketika merambat ke permukaan. Kondisi tersebut membantu mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah.

Gempa ini berdampak cukup luas. Sejumlah provinsi merasakan guncangan dengan intensitas sedang hingga kuat. Longsor terjadi di sekitar episentrum sehingga warga setempat segera mengungsi. Guncangan juga terasa jelas di Lima serta wilayah Ica, Arequipa, Huancavelica, Apurímac dan Cusco. Tidak ada risiko tsunami akibat gempa itu.

Video yang beredar di platform X dari lokasi kejadian memperlihatkan Pegunungan Andes di sekitar episentrum mengalami longsor akibat guncangan hebat, disertai kepulan debu putih dalam jumlah besar. Dalam beberapa rekaman, bangunan berguncang hebat hingga roboh, sementara kendaraan rusak tertimpa puing-puing batu bata. Warga terlihat panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Media lokal melaporkan bahwa di kota-kota pegunungan Puquio dan Coracora yang relatif dekat dengan episentrum, guncangan terasa sangat kuat. Warga mengatakan tanah berguncang dengan jelas dan berlangsung cukup lama. Banyak orang segera berlari keluar rumah karena khawatir bangunan mereka mengalami kerusakan.

Wali Kota Coracora, Yony Odon, mengatakan masyarakat merespons dengan cepat dan segera meninggalkan bangunan untuk mencari tempat berlindung.

Menurut laporan televisi nasional Peru, berdasarkan laporan awal, gempa tersebut telah menyebabkan 3 orang terluka. Sedikitnya 22 rumah, 6 sekolah, dan 12 pusat layanan kesehatan mengalami kerusakan. Pihak berwenang masih terus melakukan penilaian terhadap dampak bencana.

Peru terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, salah satu wilayah dengan aktivitas gempa paling tinggi di dunia. Pada 18 Juli tahun ini, gempa berkekuatan 5,5 magnitudo juga mengguncang kawasan Andes di Peru dan menyebabkan sedikitnya 6 orang meninggal dunia serta lebih dari 30 orang terluka.

Pada 2007, gempa dahsyat berkekuatan 7,9 magnitudo mengguncang wilayah Ica, Peru, dan menewaskan hampir 600 orang. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WN Norwegia yang Ribut Tak Mau Bayar Salon di Bali Dideportasi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Guru PPPK Sudah Teruji Kompetensinya, tetapi Merasa Dianaktirikan, Tolong Diberi Kesempatan Jadi PNS
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Pemadaman Terkendala Akses Kendaraan
• 59 menit lalukatadata.co.id
thumb
Transaksi Bisnis Makin Kompleks, BCA Perkuat Layanan Ini
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Masih Fokus Perjuangkan Hak Asuh Anak
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.