Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat, menyusul meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo menjelaskan di wilayah Kalimantan Barat sendiri masih terdeteksi 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Hal itu disampaikannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan meninjau karhutla.
"Kami laporkan tentang situasi terkini, pantauan hotspot yang selama 24 jam berdasarkan satelit, terdeteksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi," jelas Bulo di Pontianak, Kalimantan Barat, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (22/8).
"Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi, ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat," tambahnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan masih ada 3.100 hotspot di kategori menengah yakni berbentuk kepulan asap dan 406 titik di kategori rendah.
"Kemudian tingkat kepercayaan menengah itu ada 3.100 dan 406 dengan tingkat kepercayaan rendah. Nah, 3.100 ini berupa kepulan asap," jelasnya.
Bulo juga menyampaikan titik panas tersebut mayoritas tersebar di wilayah Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayu Utara di bagian Selatan. Sementara itu, di bagian Timur Kalimantan tersebar di wilayah Kabupaten Sanggau, Sintang, hingga Sambas.
"Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi wilayah Kabupaten Ketapang, kemudian Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayu Utara di wilayah sektor selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas," pungkas dia.





