Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan survei teknis di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat mitigasi risiko sekaligus mendukung penanganan pascabencana.
Teuku Faisal Fathani Kepala BMKG mengatakan, data lapangan yang akurat dibutuhkan agar langkah pemulihan dan pengurangan risiko ke depan bisa disusun berdasarkan kondisi nyata di wilayah terdampak.
“Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Kemendagri, serta unsur Forkopimda demi memastikan keselamatan warga dan menyajikan data faktual yang komprehensif,” kata Faisal, Sabtu (22/8/2026) yang dikutip Antara.
Adapun tiga jenis survei yang dilakukan tim BMKG yakni makroseismik, mikroseismik, dan tsunami. Survei makroseismik dilakukan untuk memverifikasi tingkat guncangan dan mendokumentasikan kerusakan bangunan.
Sementara survei mikroseismik digunakan untuk mengetahui karakteristik tanah dan struktur bawah permukaan yang bisa memengaruhi respons wilayah saat terjadi gempa. Sedangkan survei tsunami untuk mengecek kondisi pesisir, serta memverifikasi perubahan muka air laut setelah gempa.
Teguh Rahayu Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensi, dan Tanda Waktu BMKG mengatakan survei dilakukan di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, serta beberapa daerah lain di sekitar Flores.
Dari pemetaan sementara, tim menemukan kerusakan pada rumah warga, fasilitas publik, dan sejumlah bangunan lainnya. Tapi Teguh menegaskan temuan itu masih bersifat sementara karena proses verifikasi dan pengumpulan data masih berlangsung.
“Instansi atau tenaga teknis yang memiliki kewenangan di bidang struktur bangunan tetap harus memeriksa keamanan struktur bangunan secara lebih detail,” kata Teguh.
Selain survei teknis, BMKG juga terus menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar hasil pemantauan di lapangan bisa segera digunakan dalam penanganan pascabencana.
Nelly Florida Riama Deputi Bidang Geofisika BMKG mengatakan tim masih melakukan pengukuran di sejumlah titik. Seluruh hasil survei nantinya akan dianalisis dan disusun menjadi kajian teknis pascagempa.
Kajian itu diharapkan bisa mendukung pemerintah dalam rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memperkuat mitigasi dan pengurangan risiko gempa bumi di NTT. (ant/bil/iss)




