Kasatgas Humas Ops Amanusa II Bencana NTT Kombes Bayu Suseno menjelaskan, berdasarkan laporan pelayanan kesehatan hingga Jumat (21/8) pukul 15.00 WITA, korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 85 orang, dan sebanyak 1.048 orang mengalami luka ringan hingga berat.
“Jumlah total keseluruhan pasien hingga hari ini per tanggal 21 Agustus 2026 pada jam 15.00 WITA sebanyak 3.200 orang pasien,” ujar Bayu dalam keterangannya, Sabtu (22/8)
Dari total tersebut, Bayu menuturkan, korban meninggal dunia tercatat 85 orang. Sementara korban luka ringan-sedang sebanyak 792 orang dan luka berat 256 orang.
Rinciannya, korban meninggal terbanyak berada di Manggarai Timur dengan 30 orang, disusul Manggarai sebanyak 31 orang. Kemudian Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 2 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.
Di sisi lain, tim kesehatan Polri melayani 518 pasien pada Jumat (21/8). Pelayanan dilakukan di sejumlah posko pengungsian di wilayah terdampak.
Rinciannya, 216 pasien dilayani di Manggarai (Reo), 88 di Manggarai Timur (Lamba Leda), 48 di Manggarai Barat, 20 di Ngada, 106 di Ende, dan 40 di Nagekeo. Sementara pelayanan di Sikka nihil.
Secara keseluruhan, pelayanan kesehatan Polri telah menjangkau 3.200 pasien hingga 21 Agustus 2026.





