VIVA – Memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai daerah mulai menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan terhadap sosok yang menjadi teladan dalam kehidupan umat Islam.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, perayaan Maulid Nabi umumnya diisi dengan beragam kegiatan keagamaan. Bentuknya dapat berbeda-beda di setiap daerah, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan mengingat kembali perjuangan serta keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Pada 2026, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H disebut jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026. Momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada sebuah perayaan, tetapi diwujudkan melalui usaha untuk mengenal, mengikuti, dan meneladani ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Lantas, apa saja amalan yang biasanya dilakukan saat perayaan Maulid Nabi? Berikut beberapa di antaranya, seperti dilansir dari NU Online.
1. Memperbanyak Dzikir
Dzikir menjadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi. Masyarakat berkumpul di masjid, musala, pesantren, maupun tempat lainnya untuk mengingat dan mengagungkan Allah SWT.
Melalui dzikir, peringatan Maulid tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama maupun secara pribadi sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat.
2. Membaca Shalawat Nabi
Membaca shalawat menjadi amalan yang sangat identik dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Umat Islam mengungkapkan kecintaan kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat sebagai bagian dari rangkaian acara.
Shalawat juga kerap dilantunkan bersama-sama dengan iringan rebana dalam sejumlah tradisi masyarakat. Suasana tersebut membuat peringatan Maulid berlangsung khidmat sekaligus penuh kegembiraan.
3. Membaca Riwayat Kehidupan Nabi
Peringatan Maulid juga sering diisi dengan pembacaan kitab rawi atau buku yang menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Materi yang dibaca dapat berkaitan dengan kelahiran, akhlak, perjuangan, hingga berbagai keteladanan Rasulullah.
Kegiatan ini memiliki nilai edukasi karena membantu jamaah mengenal sosok Nabi Muhammad secara lebih mendalam. Dengan memahami perjalanan hidup beliau, umat diharapkan tidak sekadar memperingati kelahirannya, tetapi juga mampu mencontoh akhlaknya.





