Satu pekan sudah gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores dan sekitarnya, termasuk Pulau Palue. Gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) menjelang pukul 06.00 Wita, dan diikuti gempa susulan yang jumlahnya ribuan kali.
Pulau Palue berada di tengah Laut Flores. Pulau dengan luas lebih kurang 40 kilometer persegi itu terdampak cukup parah lantaran berada dekat episentrum gempa. Hingga Sabtu (22/8/2026), banyak warga belum mendapatkan bantuan.
Pada Sabtu pagi, Kompas ikut mengantar bantuan ke Desa Lidi di Pulau Palue. Pengiriman bantuan menggunakan helikopter Polri Bell 429/P-3202. Helikopter diawaki Komisaris Istiawan, Inspektur Dua Eko Saputra, Ajun Inspektur Dua Siswo, Brigadir Kepala Christiandi.
Inilah kali pertama pengiriman bantuan langsung ke desa yang masih terisolasi itu. Bantuan diantar langsung oleh Kepala Polres Sikka Ajun Komisaris Besar Bambang Supeno dan Ketua Bhayangkari Porles Sikka Ny Fitri Bambang.
Lantaran tidak ada landasan di Lidi, penyerahan bantuan dengan cara diturunkan langsung dari udara. Anggota Polri setempat dan warga langsung menyambut bantuan tersebut dan membagikannya.
Selanjutnya, halikopter bergeser ke Desa Maluriwu. Di sana halikopter mendarat di atas lapangan futsal berlantai semen. Warga pun berebut datang menerima bantuan.





