Prabowo Pimpin Ratas Karhutla di Kalbar: Saya Datang Melihat Keadaan yang Nyata

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Prabowo Pimpin Ratas Karhutla di Kalbar: Saya Datang Melihat Keadaan yang NyataNasional | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:46Dengarkan Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026). Dalam pengantarnya, Prabowo menegaskan bahwa kedatangannya ke Kalimantan Barat bertujuan melihat secara langsung kondisi nyata di lapangan sekaligus memperoleh laporan mengenai situasi terkini.

"Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi," ujar Prabowo.

Dalam pemaparan situasi terkini, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo menyampaikan hasil pemantauan titik panas atau hotspot selama 24 jam berdasarkan pantauan satelit. Dari pemantauan tersebut, terdeteksi 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat.

Baca Juga:Operasi SAR KM Nurul Salsa Diperpanjang 3 Hari, Pencarian Terkendala Cuaca Ekstrem

Selain itu, Bulo melaporkan terdapat 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 dengan tingkat kepercayaan rendah. Menurutnya, sebaran titik panas tersebut terutama berada di sejumlah kabupaten di bagian selatan dan timur Kalimantan Barat.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar, BNPB Laporkan Hasil Pemantauan Hotspot"Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas," jelasnya.

Dalam rapat tersebut turut disampaikan prakiraan potensi hujan di Kalimantan Barat. Berdasarkan pemantauan, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalimantan Barat pada periode 21 hingga 27 Agustus 2026.

Pemerintah sebelumnya juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11 hingga 18 Agustus 2026. Operasi tersebut sempat dihentikan karena tidak terdapat potensi awan yang memadai.

"Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca," tutur Bulo.

Baca Juga:Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini

Rapat tersebut menjadi langkah awal Presiden Prabowo dalam kunjungannya ke Kalimantan Barat untuk melihat langsung situasi karhutla sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan secara terkoordinasi. Kehadiran jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam satu posko juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah terdampak.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong RUU Penanggulangan Bencana Karhutla, DPR Ingin Perkuat BNPB
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
700 Hektare Sawah di Bekasi Tak Bisa Ditanami, Petani: Enggak Ada Air
• 6 jam lalukompas.com
thumb
OTT di Unsoed, KPK Amankan 14 Orang di Purwokerto dan Jakarta
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Klaim Keterangan Ahli dari Polri Untungkan Pihaknya
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Jadi Lawan Pertama Timnas Indonesia U-20, Ini Daftar 23 Pemain Malaysia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.