VIVA –Gempa bumi magnitude 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggaara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu, 15 Agustus 2026 mendapat sorotan dunia termasuk petinggi Vatikan yang juga pemimpin umat Katolik Paus Leo XIV. Baru-baru ini, Paus Leo menyampaikan pernyataan dukanya atas bencana yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
Dalam telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Paus menyampaikan jaminan solidaritas dan kedekatan spiritualnya kepada mereka yang masih menderita akibat bencana ini, terutama begitu banyak orang yang terpaksa mengungsi dan mengalami luka-luka.
Melansir laman Vatican News, Sabtu 22 Agustus 2026, Paus Leo juga memberikan dukungan kepada pihak Gereja dan otoritas sipil yang terus memberikan bantuan kemanusiaan serta berdoa bagi para petugas tanggap darurat yang terlibat dalam upaya pemulihan bencana di NTT.
Di ujung pesannya, Paus mendoakan agar mereka yang meninggal dunia mendapat belas kasih Allah Yang Mahakuasa. Ia juga memohon agar Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan kepada semua yang terdampak oleh bencana tersebut.
Korban JiwaBerdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitude 7,7 di NTT tercatat sebanyak 83 orang.
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita menjelaskan penambahan korban meninggal meliputi dua korban di Kabupaten Manggarai, dua korban di Kabupaten Manggarai Timur, tiga korban di Kabupaten Nagekeo dan satu korban di Kabupaten Ngada.
Sementara itu, korban luka-luka bertambah 79 orang menjadi 986 korban. Jumlah pengungsi juga bertambah menjadi 110.785 jiwa dari sebelumnya 92.735.
Gempa juga merusak sejumlah rumah. Hingga Jumat kemarin total 17.176 unit rumah rusak berat, 9.758 unit rumah rusak sedang, dan kategori rusak ringan sejumlah 18.013 unit.





