Palu (ANTARA) - Kementerian Kesehatan memasifkan deteksi dini tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah dengan menyiapkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) khusus TB di 508 lokasi yang tersebar di 13 kabupaten/kota sebagai upaya mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan.
“Kita akan lakukan CKG khusus TB di 53.335 lokasi se-Indonesia. Satu kali kegiatan 100 orang. Di Provinsi Sulteng, kita akan lakukan di sebanyak 508 lokasi CKG,” kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Palu, Sabtu.
Ia mengatakan CKG khusus TB merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus TB agar pasien dapat segera memperoleh pengobatan.
Ia mengaku bahwa saat ini masih terdapat kasus TB yang belum terdeteksi. Hal itu dapat diketahui dari tren data tahun 2025 yang diperkirakan terdapat 1,09 juta kasus TB, namun baru sekitar 867.000 kasus atau 80 persen yang berhasil ditemukan.
Dia mengatakan masyarakat yang teridentifikasi mengidap TB nantinya akan segera mendapatkan pengobatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Baca juga: Kemenkes terus masifkan CKG untuk skrining Tb di Indonesia
Ia juga mengatakan pemeriksaan dan pemberian terapi pencegahan kepada kontak serumah menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TB sekaligus mencegah munculnya kasus baru.
Menurut dia, pelaksanaan CKG khusus TB di Sulawesi Tengah juga dapat melibatkan perguruan tinggi dan pihak swasta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran operasional sebesar Rp7,5 juta untuk setiap kegiatan CKG.
“Bisa melibatkan swasta, tidak semuanya harus dikerjakan oleh puskesmas. Bisa juga untuk melakukan edukasi dari perguruan tinggi,” katanya.
Selain pemeriksaan, Kemenkes menyiapkan 16 alat X-ray untuk mendukung deteksi TB di Sulawesi Tengah. Menurut dia, alat tersebut memiliki berat sekitar tiga kilogram sehingga mudah dibawa ke berbagai lokasi untuk mendukung pemeriksaan masyarakat.
Ia berharap pemeriksaan tersebut dapat memperluas penemuan kasus TB sehingga pasien dapat segera mendapatkan penanganan dan penularan dapat ditekan.
Baca juga: Mendagri instruksikan pemda di Sulteng masukkan penanganan TB ke APBD
“Kita akan lakukan CKG khusus TB di 53.335 lokasi se-Indonesia. Satu kali kegiatan 100 orang. Di Provinsi Sulteng, kita akan lakukan di sebanyak 508 lokasi CKG,” kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Palu, Sabtu.
Ia mengatakan CKG khusus TB merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus TB agar pasien dapat segera memperoleh pengobatan.
Ia mengaku bahwa saat ini masih terdapat kasus TB yang belum terdeteksi. Hal itu dapat diketahui dari tren data tahun 2025 yang diperkirakan terdapat 1,09 juta kasus TB, namun baru sekitar 867.000 kasus atau 80 persen yang berhasil ditemukan.
Dia mengatakan masyarakat yang teridentifikasi mengidap TB nantinya akan segera mendapatkan pengobatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Baca juga: Kemenkes terus masifkan CKG untuk skrining Tb di Indonesia
Ia juga mengatakan pemeriksaan dan pemberian terapi pencegahan kepada kontak serumah menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TB sekaligus mencegah munculnya kasus baru.
Menurut dia, pelaksanaan CKG khusus TB di Sulawesi Tengah juga dapat melibatkan perguruan tinggi dan pihak swasta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran operasional sebesar Rp7,5 juta untuk setiap kegiatan CKG.
“Bisa melibatkan swasta, tidak semuanya harus dikerjakan oleh puskesmas. Bisa juga untuk melakukan edukasi dari perguruan tinggi,” katanya.
Selain pemeriksaan, Kemenkes menyiapkan 16 alat X-ray untuk mendukung deteksi TB di Sulawesi Tengah. Menurut dia, alat tersebut memiliki berat sekitar tiga kilogram sehingga mudah dibawa ke berbagai lokasi untuk mendukung pemeriksaan masyarakat.
Ia berharap pemeriksaan tersebut dapat memperluas penemuan kasus TB sehingga pasien dapat segera mendapatkan penanganan dan penularan dapat ditekan.
Baca juga: Mendagri instruksikan pemda di Sulteng masukkan penanganan TB ke APBD





