PBB desak AS tak halangi akses Palestina hadir Sidang Majelis Umum

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Washington DC (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan belum menerima notifikasi apa pun dari Amerika Serikat terkait laporan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas dapat kembali dicegah menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, kepada wartawan pada Jumat, mengatakan pengajuan visa bagi kepala negara dan pejabat senior negara-negara anggota PBB tidak ditangani oleh Sekretariat PBB, melainkan oleh AS sebagai tuan rumah Markas PBB.

"Kami masih belum menerima notifikasi resmi apa pun dari AS," kata Dujarric sembari menambahkan PBB mengetahui adanya laporan tersebut.

Sejumlah media lokal melaporkan pemerintahan Presiden Donald Trump berencana melarang Mahmoud Abbas selama dua tahun berturut-turut untuk berkunjung ke New York guna menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Baca juga: Badan kemanusiaan PBB peringatkan tindakan pemukim dan pasukan Israel bahayakan warga Palestina di Tepi Barat

Tanggapan PBB atas hal itu ialah bahwa AS harus memenuhi kewajibannya sebagaimana kesepakatan negara tuan rumah untuk memfasilitasi masuknya para diplomat dan pejabat pemerintahan yang melawat ke New York untuk mengikuti agenda PBB, kata Dujarric.

"Kami melihat sejumlah kasus di masa lalu ketika visa ditolak negara tuan rumah. Seruan dan harapan kami senantiasa agar negara tuan rumah akan memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan tuan rumah. Hal itu berarti memfasilitasi kunjungan ke New York City, ke Amerika Serikat, bagi orang-orang berkepentingan, diplomat, dan pejabat pemerintahan yang akan mengikuti agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa," ucap Dujarric.

Terkait upaya pembatasan oleh AS akan berdampak pada independensi PBB, Dujarric mengatakan masalah tersebut pernah muncul sebelumnya, termasuk dalam perselisihan yang melibatkan delegasi Rusia.

"Hal-hal tersebut telah disampaikan secara langsung oleh sekretariat PBB kepada negara tuan rumah dan kami akan terus mengingatkan mereka," demikian jubir PBB.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Aqsa Working Group minta RI perkuat dukungan untuk Palestina

Baca juga: PBB khawatir soal situasi memburuk di Tepi Barat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
700 Hektare Sawah di Bekasi Tak Bisa Ditanami, Petani: Enggak Ada Air
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Peduli, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Pesawat Carteran Jatuh di Dekat Fasilitas Radar Alaska, 8 Orang Tewas
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Wamensos dan Humas Sekolah Rakyat Doa Bersama Korban Bencana NTT
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
• 6 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.