JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah delapan menjadi 87 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, data ini merupakan hasil update terkini BNPB pada Sabtu (21/8/2026) pukul 16.00 WIB.
"Masih tetap ada bertambah jiwa yang meninggal dari pemberitahuan kemarin. Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," ujar Berton saat konferensi pers yang digelar secara daring, Sabtu.
Baca juga: Komdigi Pastikan 812 BTS Terdampak Gempa di NTT Sudah Pulih
Sedangkan jumlah korban luka mencapai 1.298 jiwa. Sebanyak 336 di antaranya mengalami luka berat.
"Kabupaten Manggarai Timur dengan total 643 jiwa ini merupakan korban luka yang terbanyak, kemudian diikuti Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa," tutur Berton.
Berton mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pengungsi terus bertambah lantaran gempa susulan masih kerap terjadi.
Baca juga: BNPB: Jumlah Pengungsi Gempa NTT Bertambah Jadi 110.785 Orang
Ia menyebut jumlah pengungsi yang sebelumnya berada di angka 113.600, kini melonjak menjadi 150.576 jiwa.
"Dengan rincian tiga yang paling besar yakni dibKabupaten Manggarai 41.427 jiwa, Kabupaten Nagekeo 34.256 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 31.372 jiwa," tutur Berton.
Sampai dengan Sabtu sore ini, BNPB mencatat terjadinya 5.012 kali gempa susulan terjadi di NTT.
Baca juga: Gibran: Pemerintah Harus Pastikan Kebutuhan Masyarakat NTT Terpenuhi
"Kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 sedangkan yang terkecil adalah 1, 1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali," ujar Berton.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT