Sebanyak lima orang korban luka dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur dirujuk ke RSUD Sayang dan RS Bhayangkara, Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan itu terjadi pada Jumat (21/8) malam.
Direktur RSUD Cimacan, dr Cok Gd Agung Dharma Putra mengatakan pihaknya merujuk sebanyak lima orang pasien korban kecelakaan beruntun ke dua rumah sakit di Cianjur.
"Dari sebanyak delapan pasien korban luka. Empat pasien di antaranya kami rujuk ke RSUD Sayang, dan satu dirujuk ke RS Bhayangkara. Hingga saat ini kami masih merawat tiga pasien korban kecelakaan beruntun," kata Agung, kepada kumparan, Sabtu (22/8).
Agung menyebutkan, kelima pasien korban kecelakaan yang dirujuk ke dua rumah sakit itu, karena membutuhkan penanganan lebih intensif dengan peralatan medis yang lebih lengkap.
"Empat pasien korban luka berat yang dirujuk ke RSUD Cianjur kondisinya memang membutuhkan penanganan dan peralatan medis yang lebih lengkap. Karena, keempat pasien tersebut alami luka serius pada bagian kepala. Sementara, satu pasien yang di rujuk ke RS Bhayangkara, untuk lebih memudahkan polisi dalam meminta keterangan terkait kecelakaan tersebut," jelasnya.
Sementara, kata Agung, untuk ketiga pasien korban kecelakaan yang masih di rawat di RSUD Cimacan sudah berada di ruang kamar rawat inap dengan pemantauan intensif dari tenaga medis.
"Ketiganya sudah dipindah ke ruang rawat inap, tidak lagi di IGD. Kondisinya, cukup stabil dan kami monitor intensif setiap perkembangan kondisinya," ujarnya.
Sementara itu, tiga dari empat korban tewas dalam kecelakaan maut di ruas jalan utama menuju kawasan wisata Puncak masih berada di kamar mayat RSUD Cimacan.
"Ketiga korban tewas merupakan warga asal Lampung, dan jenazahnya masih berada di kamar mayat. Masih menunggu, pihak keluarga yang tengah dalam perjalanan untuk menjemput ketiga jenazah tersebut," kata petugas RSUD Cimacan, Kusnadi.





