JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah anggota polisi dan anggota Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai bersiaga di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, menjelang demo warga Pati, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, Sabtu (22/8/2026) sore tampak belasan sepeda motor polisi berjajar di sisi depan gedung.
Setidaknya ada 16 motor polisi yang terlihat terparkir.
Baca juga: Aksi Warga Pati 27 Agustus, Pramono Minta Aparat Kedepankan Pendekatan Humanis
Beberapa petugas tampak duduk di atas motor, sementara lainnya bersiap untuk berkeliling di sekitar kawasan gedung.
Pagar hitam yang menjadi pintu masuk gedung tampak tertutup. Tepat di depannya, sejumlah barier berwarna oranye dipasang memanjang.
Di sisi kiri depan gedung, terlihat kendaraan Satpol PP DKI Jakarta ikut berjaga.
Beberapa petugas juga tampak berada di sekitar pagar.
Adapun pengamanan ini dilakukan menjelang rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026.
Sebelum aksi utama digelar, sebanyak 11 warga Pati telah tiba di depan Gedung DPR/MPR RI pada Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Pramono Persilakan Warga Pati Demo 27 Agustus di DPR Asal Jangan Anarkis
Mereka datang membawa dua tuntutan, yakni mendorong pengesahan RUU perampasan aset koruptor dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
"Tuntutannya cuma dua. Satu, perampasan aset koruptor, yang kedua hukum mati koruptor, itu saja," ujar salah satu peserta aksi, Teguh (48), saat ditemui di lokasi, Jumat.
Teguh mengatakan rombongan warga Pati berangkat dari daerah asalnya pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun kini mereka memutuskan meninggalkan lokasi karena terdapat kelompok lain yang melakukan aksi hingga bermalam di kawasan tersebut.
Kelompok tersebut, kata Teguh, menyatakan akan membubarkan diri dengan syarat kelompok lain yang berada di sebelahnya juga ikut meninggalkan lokasi.
Baca juga: Bukan Diusir, Warga Pati Pilih Tinggalkan DPR untuk Hindari Benturan
Untuk menghindari potensi benturan antarkelompok, AMPB akhirnya memilih meninggalkan lokasi dan tidak bertahan hingga malam.
Saat ini massa warga Pati sementara berada di sebuah safe house di Jakarta.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





