Bina Desa Racana Putra Putri Hasanuddin Dorong Kesadaran dan Kemandirian Masyarakat Pattontongan

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Racana Putra Putri Hasanuddin Gugus Depan Makassar 11.075–11.076 Universitas Hasanuddin menggelar rangkaian kegiatan Bina Desa di Desa Pattontongan pada 14 dan 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian dan kepedulian anggota Pramuka terhadap masyarakat serta generasi muda dengan fokus pada edukasi sosial, literasi digital, pemberdayaan ekonomi desa, dan pendidikan karakter.

Pada 14 Agustus, penyuluhan bertema “Pernikahan Dini di Persimpangan Jalan: Tinjauan Hukum & Realita Sosial” menjadi pembuka rangkaian Bina Desa. Ardelya Nur Athika Akbar dan Kemuning Nawra Angkalinga Husain memandu diskusi yang dimoderatori Arya Pratama, mengajak masyarakat dan generasi muda memahami pernikahan dini dari berbagai aspek, seperti hukum, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta realita sosial yang ada.

“Pernikahan bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat menemukan pasangan. Pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan,” jelas Ardelya saat menyampaikan pesan utama kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menekankan bahwa menikah membutuhkan kesiapan mental, emosional, pendidikan, dan ekonomi yang matang, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab keluarga. Racana Putra Putri Hasanuddin mendorong generasi muda agar mengambil keputusan secara objektif dan bijaksana, tanpa terpengaruh tekanan sosial semata.

Selanjutnya pada 21 Agustus, penyuluhan mengenai Keamanan Transaksi Digital dan Kelembagaan Usaha Desa diselenggarakan di Kantor Desa Pattontongan. St Fatimah Azzahra Zalia dan Rezki membawakan materi yang dimoderatori St. Fadillah Bunga Zalia.

Dalam kesempatan itu, masyarakat diberikan pemahaman pentingnya menjaga keamanan saat melakukan transaksi digital, termasuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan mengenali modus penipuan digital.

“Masyarakat harus berhati-hati dan tidak mudah memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak dapat dipercaya,” pungkas St. Fatimah.

Selain itu, edukasi tentang kelembagaan usaha desa diarahkan untuk meningkatkan pengelolaan usaha secara terorganisir demi mendukung kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Di hari yang sama, 14 anggota Dewan Racana Putra Putri Hasanuddin juga turun langsung ke UPTD SDN 56 Pattontongan dan UPTD SDN 228 Inpres Salu melalui kegiatan Pramuka Mengajar dan Pramuka Menginspirasi. Mereka membagi diri dalam dua kelompok untuk mendampingi peserta didik mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WITA.

Para Dewan Racana tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berinteraksi dengan peserta didik melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan komunikatif. Anak-anak diajak mengenal nilai-nilai kepramukaan, membangun keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, serta termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

“Kehadiran kami di sekolah menunjukkan bahwa Pramuka bukan hanya kegiatan lapangan, tapi juga wadah belajar, berbagi pengalaman, dan membangun karakter,” terang salah satu anggota Dewan Racana.

Rangkaian Bina Desa ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan peserta didik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Racana Putra Putri Hasanuddin dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Racana Putra Putri Hasanuddin berharap dapat menumbuhkan masyarakat yang lebih sadar, mandiri, dan berpengetahuan serta generasi muda yang peduli, percaya diri, berani bermimpi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berkomitmen terus menghadirkan kegiatan kepramukaan yang tidak hanya berorientasi internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” beber Kemuning sebagai perwakilan Racana Putra Putri Hasanuddin. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Soal Investigasi Kebakaran Hutan Kalimantan: Beberapa Nama Sudah Diamankan!
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Tinjau Karhutla Kalimantan Barat, Minta Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
OTT Unsoed, MTI Dorong Evaluasi Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa dan Ajukan 7 Rekomendasi
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Merdeka Run Ponorogo Jadi Magnet Sport Tourism, Peserta Diklaim dari Malaysia hingga Bandung
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Insiden Tendangan Kungfu Warnai Piala Soeratin U-13 DIY, Pemain Dirawat di RS
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.