Camat Lamba Leda Utara Emosi soal Distribusi Bantuan: Saya Merasa Tertekan

eranasional.com
3 jam lalu
Cover Berita

Borong, ERANASIONAL.COM – Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Supratman, terlibat perdebatan dengan salah satu anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana, Jumat (21/8).

Perdebatan tersebut dipicu persoalan distribusi bantuan ke desa-desa di wilayah Lamba Leda Utara.

Agus menilai bantuan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan.

Dalam percakapan yang terekam, Agustinus mengaku berada dalam tekanan karena harus mengatur pembagian bantuan untuk 11 desa dengan total 21.171 jiwa penduduk.

Ia mengatakan, hampir seluruh desa mempertanyakan bantuan yang belum mereka terima.

Di sisi lain, jumlah bantuan yang tersedia dinilai terbatas sehingga sulit memenuhi kebutuhan seluruh warga secara merata.

“Saya merasa tertekan sekali, terbebani. Saya harus membagi ke 11 desa, tapi bukan begitu caranya. Semua desa sekarang protes ke saya, semua bertanya di mana bantuannya. Sementara bantuan yang ada jumlahnya sedikit, tapi harus dibagi ke banyak orang. Bagaimana caranya?” ujar Agus dengan nada tinggi.

Agus juga mempersoalkan pernyataan yang menyebut jumlah bantuan yang diterima cukup banyak. Menurut dia, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.

“Bapak bilang bantuan banyak sekali, padahal yang ada hanya ini. Saya tidak suka ditekan untuk membagi rata ke 11 desa padahal jumlahnya sedikit. Saya stres, laporan ke kementerian dan telepon dari mana-mana terus masuk. Saya tidak tahan lagi,” katanya.

Ia menegaskan, distribusi bantuan semestinya dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta jumlah warga yang paling membutuhkan.

Menurut Agus, pembagian bantuan tidak semestinya hanya berpatokan pada pemerataan jumlah, tetapi juga harus memperhatikan kondisi masing-masing desa agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Kita urus masyarakat ini bersama-sama. Jangan ada tekanan-tekanan. Saya hargai setiap bantuan yang datang, tapi harus adil dan tepat sasaran. Jangan sampai warga yang paling membutuhkan justru tidak mendapatkannya,” ujarnya.

Hingga Jumat siang, pihak BNPB yang hadir dalam pertemuan tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait perdebatan tersebut.

Persoalan distribusi bantuan menjadi perhatian di tengah kebutuhan warga terdampak bencana yang masih tinggi.

Pemerintah daerah dan unsur terkait diharapkan dapat memastikan bantuan tersalurkan secara transparan, proporsional, dan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wisatawan mancanegara kian dekat dengan kehidupan di China
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kemarin, perubahan status guru PPPK hingga modifikasi cuaca Kalimantan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Cibis Travel Fair 2026 Angkat Tren Staycation dan Wisata Dekat Jakarta
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
GT Sementara Cipeundeuy Subang Resmi Beroperasi
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kondisi Terkini Ruben Onsu, Syok Status Tersangkanya Ramai Diberitakan
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.