Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) membawa semangat baru menjelang Pemilu 2029 dengan perubahan identitas partai melalui logo baru berbentuk singa. Bersamaan dengan penguatan struktur partai, Hanura juga membuka pintu bagi kader partai politik lain yang ingin bergabung dan berjuang bersama.
Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan bahwa Hanura merupakan melting pot atau rumah terbuka bagi siapa pun anak bangsa, termasuk kader partai politik lain yang ingin membangun Indonesia melalui jalan politik.
Hal itu disampaikan Rio Capella saat menghadiri Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force tingkat DPC se-Provinsi Kalimantan Utara.
"Maka Hanura menjadi rumah terbuka bagi siapa pun," kata Rio kepada wartawan, Sabtu (22/8).
Dalam acara tersebut, Rio didampingi oleh Ketua DPD Hanura Kalimantan Utara, Ingkong Ala. Rio mengatakan Hanura terbuka bagi anak bangsa yang meyakini bahwa politik dapat menjadi jalan untuk membangun Indonesia.
"Bagi anak bangsa yang meyakini bahwa dengan cara-cara politik kita bisa membangun Indonesia, Hanura akan membuka diri. Dari partai mana pun yang akan berjuang bersama-sama dan sevisi dengan perjuangan Hanura, pasti kita terima," ujar Rio Capella.
Di hadapan seluruh jajaran pengurus DPC, unsur Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), dan DPD Hanura Kaltara yang hadir, Rio menegaskan bahwa Hanura saat ini tengah bekerja serius untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Ia menaruh harapan besar agar kader Partai Hanura semakin kokoh dan menjadi kader yang betul-betul militan. Terutama, dalam memperjuangkan visi dan ideologi partai untuk memberdayakan daerah dibandingkan partai-partai lain.
Rio menyebut konsolidasi yang dilakukan Tim Task Force DPP bertujuan memastikan kesiapan struktur partai hingga tingkat daerah.
"Kita mendapatkan 17 kursi di seluruh Kaltara. 3 di provinsi, dua wakil ketua DPRD, dan satu ketua DPRD di Kaltara. Hasilnya cukup bagus," kata Rio.
Ia mengatakan struktur Hanura di Kalimantan Utara telah menunjukkan kesiapan menghadapi tahapan pemilu dan verifikasi.
Terkait aturan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu mendatang, Rio mengaku pihaknya belum mengetahui pasti persentase angka yang akan ditetapkan. Namun, ia memastikan mesin partai siap menghadapi segala situasi.
"Kita belum tahu berapa persennya, tetapi Hanura harus memastikan bahwa partai ini siap dalam kondisi apa pun, sekeras apa pun pertarungan pada Pemilu 2029," tegasnya.
Sebagai langkah nyata, Hanura akan terus melakukan konsolidasi nasional secara masif selama dua tahun ke depan. Rio meyakini kerja keras seluruh kader akan membuahkan hasil maksimal.
"Kami meyakini bahwa tantangan-tantangan itu akan kami hadapi dan akan kami lewati. Kami akan kembali ke Senayan pada 2029 yang akan datang, dan akan kami buktikan dengan kerja keras seperti sekarang," ucapnya.
Selain target nasional, Rio juga mematok target tinggi untuk Provinsi Kaltara. Ia meminta jumlah kursi DPRD Provinsi Kaltara ditingkatkan secara signifikan.
"Target kita mendapatkan lima atau enam kursi dari yang saat ini tiga kursi tingkat provinsi. Dulu kita pernah mendapatkan empat kursi, kita harapkan bisa naik untuk menjadi pimpinan DPRD Provinsi di Kaltara," ungkap Rio.
Selain memperkuat struktur dan target politik, Hanura juga melakukan perubahan identitas partai melalui logo baru berbentuk singa. Perubahan tersebut menjadi bagian dari persiapan Hanura menghadapi Pemilu 2029.
Rio mengatakan peluncuran resmi logo baru, warna bendera baru, dan visi baru Hanura akan dilakukan setelah seluruh tahapan konsolidasi nasional selesai.
"Kita akan launching logo ini secara resmi setelah kami menyelesaikan konsolidasi nasional 100 persen di provinsi, 100 persen di kabupaten/kota, dan 100 persen di kecamatan," kata Rio.
"Ada 514 kabupaten/kota dan sekitar 7.300 kecamatan. Begitu itu selesai, maka kami akan segera meluncurkan logo baru, warna bendera baru, dan visi baru Hanura untuk 2029," ujar Rio Capella.
Di tempat yang sama, Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Utara, Ingkong Ala, merespons positif target dari DPP.
Ingkong mengakui, pada periode lalu posisi Hanura di Kaltara sempat turun ke peringkat kelima setelah sebelumnya berada di tiga besar dan mendapat unsur pimpinan DPRD. Namun, ia menilai jarak suara antarpartai tidak terlalu jauh.
Untuk menghadapi 2029, Ingkong telah menyiapkan strategi gotong royong guna memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah.
"Bagaimana cara kita? Kita keroyok bersama-sama, gotong royong untuk menyelesaikan persoalan DPC yang belum menuntaskan PAC (Pengurus Anak Cabang)-nya," ujar Ingkong.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Task Force DPP di Tarakan yang dinilai memberikan suntikan energi positif bagi pengurus daerah.
"Energi kami untuk melakukan kerja-kerja konsolidasi semakin bertambah. Kami optimistis, tidak ingin memasang target yang muluk-muluk, tetapi minimal kami akan kembali ke posisi unsur pimpinan (DPRD Kaltara)," imbuh Ingkong Ala.





