Akibat Karhutla di Kalimantan, BNPB Minta Warga Kalteng dan Kalbar Pakai Masker

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng), menggunakan masker ketika intensitas asap mulai tinggi.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen Djohan Darmawan, mengatakan kondisi asap di sejumlah wilayah terdampak, khususnya Kalbar dan Kalteng, menjadi perhatian pemerintah.

“Khususnya di Kalbar maupun di Kalimantan Tengah yang sudah melampaui ambang batas sehingga sudah ada warning dari (Kementerian) Lingkungan Hidup untuk menggunakan masker, khususnya karena asapnya sudah cukup tinggi khususnya di pagi hari,” tutur Djohan dalam konferensi pers daring, Sabtu (22/8).

Djohan mengatakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat turut membantu masyarakat dengan mendistribusikan masker di wilayah yang kondisi asapnya cenderung tinggi.

“Selanjutnya kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya daerah-daerah yang terdampak, apabila intensitas asap mulai tinggi agar menggunakan masker ataupun mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari penyakit ISPA,” terang Djohan.

Selain paparan asap, kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Djohan menjelaskan api yang terlihat sudah padam di lahan gambut dapat kembali muncul ketika tertiup angin.

“Namun kalau lahan gambut, mungkin pada saat pelaksanaan pemadaman bisa padam, namun kalau sudah kena angin dia bisa muncul kembali dengan kedalaman lahan gambut yang berbeda-beda di tiap provinsi,” jelasnya.

Menurut Djohan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam penanganan karhutla di enam provinsi terdampak.

Di sisi lain, BNPB menyiagakan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan pertumbuhan awan di sejumlah wilayah.

Khusus di Kalbar, Djohan mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya pertumbuhan awan pada 23-27 Agustus.

“Jadi kita sudah menyiagakan OMC untuk melakukan penyemaian di lokasi-lokasi yang terdapat pertumbuhan awan, sehingga apabila terjadi hujan dapat membantu tugas-tugas dari satuan darat dengan datangnya hujan buatan,” ucap Djohan.

Lebih lanjut, Djohan mengatakan pemerintah daerah dan satuan teritorial terus mengoptimalkan dukungan personel, peralatan, serta logistik untuk memperkuat Satgas Darat dalam penanganan karhutla.

“Pemerintah daerah dan satuan teritorial terus mengoptimalkan, mendukung sumber daya personel, dan alat peralatan untuk penguatan Satgas Darat. Dalam hal ini tadi kami sudah menyampaikan untuk penebalan-penebalan dalam dukungan logistik alat peralatan Satgas Darat terus berlangsung,” tandas Djohan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Naik, Sedan hingga Truk Dikenakan Tarif Berbeda
• 4 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Lanjutkan Survei Pascagempa Flores untuk Memperkuat Mitigasi Risiko di NTT
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Dari Medan Gerilya ke Papan Jalan, Kisah Robert Wolter Monginsidi
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Pasar Kripto Bangkit Lagi, Bitcoin Melesat Hampir 23%
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNPB Ungkap Potensi Hujan Ringan di Kalbar 21-27 Agustus
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.