Unesa Dampingi Guru SD di Surabaya Dorong Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bahan Ajar

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi guru untuk menyusun bahan ajar secara lebih cepat, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melihat peluang tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan pendampingan kepada guru-guru SD di Surabaya untuk meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan bahan ajar dengan memanfaatkan teknologi AI.

Kegiatan yang berlangsung pada Juli 2026 di Ruang Seminar Jurusan Bahasa Inggris Unesa, Lidah Wetan, Surabaya, tersebut dilaksanakan secara luring dan daring. Pendampingan melibatkan tim dosen yang terdiri atas Dr. Ririn Pusparini, M.Pd., S.Pd., Esti Kurniasih, S.Pd., M.Pd., Retno Wulan Dari, S.Pd., M.Pd., dan Prianka Ratu Masitho, S.Pd., M.TESOL.

Ketua tim pendampingan, Eva Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahan ajar merupakan salah satu komponen penting yang turut menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan untuk menyusun bahan ajar secara sistematis serta menyesuaikannya dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

“Dengan kemajuan teknologi saat ini, menyusun bahan ajar tidak akan menjadi beban yang berat bagi guru jika guru dapat memanfaatkan AI dalam pengerjaannya,” ujar Eva dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).

Pendampingan tersebut diikuti guru-guru Bahasa Inggris yang sebelumnya telah mengembangkan perencanaan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan untuk mengubah perencanaan pembelajaran tersebut menjadi bahan ajar yang lebih relevan dengan karakteristik peserta didik.

Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unesa, Dr. Himmawan Adi Nugroho, S.Pd., M.Pd., turut mendorong para guru agar tidak sekadar menggunakan AI, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk menghasilkan bahan ajar yang efektif.

“Guru harus mampu mengembangkan bahan ajar yang disesuaikan dengan peserta didiknya, dan AI dapat dimanfaatkan untuk memperingan tugas tersebut,” kata Himmawan.

G

Dalam proses pendampingan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai pengembangan bahan ajar, mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran hingga menentukan bahan yang sesuai dengan tujuan tersebut.

Tim kemudian mendemonstrasikan pemanfaatan AI dalam proses pengembangan bahan ajar. Setelah memperoleh pemahaman dasar, para guru tidak berhenti pada sesi teori.

Peserta dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing terdiri atas tiga orang. Setiap kelompok didampingi seorang dosen yang bertindak sebagai fasilitator. Dengan memanfaatkan AI, para guru kemudian mengembangkan bahan ajar berdasarkan perencanaan pembelajaran yang telah mereka susun sebelumnya.

Hasil pengembangan bahan ajar tersebut selanjutnya dipresentasikan pada akhir kegiatan untuk mendapatkan masukan dan evaluasi.

Eva menegaskan, proses menghasilkan bahan ajar tidak selesai hanya dalam satu hari pendampingan. Produk yang dihasilkan peserta masih perlu disempurnakan agar benar-benar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa.

Karena itu, peserta diberi kesempatan untuk melakukan penyempurnaan secara mandiri setelah kegiatan. Mereka juga dapat berkonsultasi dengan dosen pendamping secara daring berdasarkan jadwal yang disepakati bersama.

“Diharapkan, melalui kegiatan pendampingan ini para peserta dapat menghasilkan bahan ajar yang dapat memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didiknya,” tutur Eva.

Melalui program tersebut, Unesa berharap pemanfaatan AI tidak hanya membantu meringankan pekerjaan administratif guru, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas bahan ajar.

Dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat, guru diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Belum Putuskan Nasib Usulan Kenaikan Tarif Parkir Jakarta
• 4 jam laludetik.com
thumb
Pengungsi Gempa NTT Terus Bertambah
• 17 jam laludetik.com
thumb
Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pemulihan Jaringan Kelistrikan di NTT Tergolong Cepat Pasca Diguncang Gempa M 7,7
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Kelelahan, Relawan Gempa NTT Gugur Saat Salurkan Bantuan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.