Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026 Diikuti 204 Peserta, Dorong Sport Tourism

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026 resmi digelar di Kota Kediri, Sabtu (22/8/2026), dengan melibatkan 204 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi tenis, turnamen tersebut diarahkan untuk memperkuat konsep sport tourism dan memperkenalkan potensi Kota Kediri kepada para peserta serta keluarga mereka.

Mengusung tema “Bersatu dalam Sportivitas, Berprestasi untuk Negeri”, turnamen yang berlangsung di Lapangan PELTI Kota Kediri itu menjadi bagian dari rangkaian HUT Kota Kediri sekaligus peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan turnamen tidak hanya ditujukan untuk memperebutkan gelar juara. Ajang tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antarpemain sekaligus mendorong perkembangan olahraga tenis di Kota Kediri.

“Selain membangun sali silaturahmi, turnamen ini juga upaya kita bersama untuk mendorong atlet-atlet berpestasi karena bisa jadi ini menjadi daya tarik nantinya untuk para junior untuk berlatih tenis, ini mancing dulu kita,” ujarnya saat membuka turnamen.

Peserta Datang dari Papua hingga Medan

Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempertemukan masyarakat lintas daerah.

“Karena yang hadir disini bukan hanya dari Kota Kediri tetapi ada juga dari Papua kemudian ada yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan lain sebagainya selain membangun sali silaturahmi,” kata Vinanda.

Total terdapat 102 pasangan atau 204 peserta yang mengikuti turnamen. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga luar Jawa.

Peserta terjauh tercatat datang dari Papua dan Medan. Selain itu, terdapat pemain dari Sumatera Utara, Palembang, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta sejumlah daerah lainnya.

Turnamen tersebut juga menghadirkan sejumlah mantan atlet nasional dan mantan pemain Pekan Olahraga Nasional (PON). Beberapa di antaranya Prima, Sulistyo Wibowo, Nuriman, serta Christian.

Kehadiran para pemain berpengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda yang ingin menekuni olahraga tenis.

Empat Kategori Dipertandingkan

Ketua PELTI Kota Kediri Agusjin Farid mengatakan Turnamen Wali Kota Cup merupakan salah satu program PELTI Kota Kediri. Pada penyelenggaraan perdana ini, kelompok pemain senior menjadi sasaran utama peserta.

“Turnamen Tennis Wali Kota Cup ini, pertama dalam rangka memeriakan rangkaian HUT Kediri Kota. Yang kedua, sekaligus kita merayakan hari ulang tahun RI yang ke-81. Dan ini salah satu program Pelti Kota Kediri,” jelas Farid.

Empat kategori yang dipertandingkan meliputi:

Seluruh pertandingan dimainkan dalam nomor ganda menggunakan sistem kompetisi dengan game 7 dan mengacu pada aturan International Tennis Federation (ITF).

Farid mengatakan pemilihan kelompok senior bukan semata untuk menyediakan ruang kompetisi, tetapi juga memperkuat hubungan antarpemain.

“Pertama ini untuk ajang silaturohmi dulu, ya Pak. Nanti insyaallah kalau kita siap, nanti ada yang level-level junior,” katanya.

Atlet Senior Jadi Penggerak Sport Tourism

Ketua Panitia Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup Arief Cholisudin mengatakan penyelenggaraan turnamen juga dirancang mendukung konsep sport tourism di Kota Kediri.

Peserta yang datang dari luar daerah umumnya tidak hanya membawa perlengkapan pertandingan. Mereka juga datang bersama keluarga sehingga memberikan peluang terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Yang tadi disampaikan kenapa kita pakai umur ini, karena kita mendukung programnya Mbak Wali, kaitannya dengan spot tourism. Karena kalau yang senior-senior ini, pasti kalau datang pasti bawa keluarga. Nah, kalau keluarga menginap, kemudian nanti pasti akan kuliner, kemudian juga untuk beli oleh-oleh,” katanya.

Dampak tersebut mulai terlihat dari meningkatnya kunjungan ke sejumlah hotel dan pusat kuliner di Kota Kediri.

“Makanya ini beberapa lokasi hotel, ini penuh. Kemudian kemarin tadi malam, ceritanya juga di Jalan Doho, terjadi peningkatan kunjungan juga. Karena semuanya menanyakan, di sini kulinernya di mana? Jalan Doho,” terangnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga dengan peserta dari luar daerah dapat memberikan efek berganda. Selain menghidupkan kompetisi olahraga, kedatangan peserta dan keluarga turut menciptakan aktivitas ekonomi melalui akomodasi, kuliner, dan pembelian oleh-oleh.

Digelar Tanpa APBD

Persiapan turnamen dilakukan sekitar satu bulan. Penyelenggara menghimpun dukungan melalui sponsor dan kemitraan berbagai pihak.

Arief mengatakan kebutuhan penyelenggaraan mencapai sekitar Rp44 juta dan seluruhnya berasal dari dukungan sponsor serta mitra.

“Totalnya sekitar Rp44 juta yang diperlukan. Ini murni dari sponsor dan kemitraan,” katanya.

Turnamen berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (22/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026). Pertandingan tersebar di empat lokasi dengan total delapan lapangan.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 204 orang dari berbagai daerah, penyelenggara berharap Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup dapat berkembang menjadi agenda olahraga tahunan.

Bagi Pemerintah Kota Kediri, turnamen tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan Kota Kediri kepada masyarakat luar daerah. Para peserta tidak hanya diajak bertanding secara sportif, tetapi juga berinteraksi dengan lingkungan kota melalui wisata, kuliner, pusat oleh-oleh, dan berbagai potensi daerah.

Jika terus dikembangkan, konsep tersebut dapat mempertemukan dua kepentingan sekaligus: memperkuat pembinaan olahraga tenis dan menggerakkan sektor pariwisata serta ekonomi lokal melalui kedatangan peserta dari berbagai daerah. [nm/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Tiba di Kalbar dan Langsung Pimpin Rapat Penanganan Karhutla
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Cristiano Ronaldo Berburu Rekor 1.000 Gol: Ambisi di Musim Terakhirnya Sebelum Pensiun
• 15 jam laluharianfajar
thumb
UMKM Agrominafiber Tembus Pasar Amerika Serikat setelah Mengikuti Pembinaan Pertamina
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Puan Soroti Singapura-Malaysia Protes Karhutla Kalimantan, Minta Ditangani Cepat
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Andre Rosiade Siapkan Rp 700-800 Juta untuk Pengembangan Fasilitas di GOR Rawang
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.