jpnn.com, JAKARTA - Survei Parameter Politik Indonesia (PPI) mengungkap jurang kepuasan publik terhadap Presinden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berbeda jauh dengan selisihnya 16,2 poin.
Hasil survei PPI menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 65,2 persen. Angka itu jauh di atas kepuasan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang hanya 49 persen.
BACA JUGA: Qodari Sebut Gibran Rakabuming Raka Potensial Jadi Calon Ketum Golkar
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno memaparkan hasil survei nasional tersebut secara daring pada Minggu (18/10).
“Jika digabungkan antara yang sangat puas dengan puas, ada sekitar 65,2 persen yang kemudian menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto,” kata Adi.
BACA JUGA: Etos Gibran Rakabuming Raka Mengawal Kerukunan Umat Beragama
Rinciannya, sebanyak 62,3 persen responden mengaku puas dan 2,9 persen menyatakan sangat puas terhadap kinerja Prabowo.
Sementara itu, 28,1 persen responden mengaku tidak puas. Sebanyak 6,7 persen lainnya menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
BACA JUGA: Kontroversi Pajak Hiburan dan Jalan Tengah Gibran Rakabuming Raka
Kondisi berbeda terlihat pada penilaian publik terhadap Gibran. Tingkat kepuasan terhadap kinerja mantan wali kota Solo itu tercatat hanya 49 persen.
“Yang menyatakan sangat puas dan puas itu, jika dijumlah secara total ada sekitar 49,0 persen,” ujar Adi.
PPI juga mencatat 38,5 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Gibran.
Dengan angka tersebut, kepuasan terhadap Prabowo unggul 16,2 poin persentase dibandingkan wakilnya.
Survei PPI turut mengungkap penilaian terhadap Prabowo berdasarkan kelompok generasi.
Generasi X menjadi kelompok dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 73,4 persen. Berikutnya, pre-boomer sebesar 65,5 persen, generasi Y atau milenial 63,4 persen, serta boomer 63,4 persen.
Adapun tingkat kepuasan generasi Z tercatat 60,6 persen. Generasi Z juga mencatat tingkat ketidakpuasan tertinggi, yakni 37 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan generasi Y sebesar 32,1 persen dan generasi X yang hanya 16,4 persen.
Sementara itu, tingkat ketidakpuasan di kalangan boomer mencapai 22,7 persen dan pre-boomer 34,5 persen.
Perbedaan penilaian juga terlihat berdasarkan tingkat pendidikan.
Kepuasan terhadap Prabowo paling tinggi ditemukan pada responden yang tidak tamat SD atau tidak pernah bersekolah, yakni 79,3 persen.
Pada kelompok tamat SD, tingkat kepuasan mencapai 74,9 persen. Sementara itu, lulusan SMP mencatat 64,3 persen dan lulusan SMA/SMK sebesar 62,4 persen.
Sebaliknya, tingkat kepuasan di kalangan lulusan perguruan tinggi hanya 43,2 persen.
Pada kelompok tersebut, sebanyak 50,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Prabowo.
Survei dilakukan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. PPI menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.
Untuk penilaian terhadap pemerintah secara umum, tingkat kepuasan tercatat 65,4 persen. Sebanyak 32,5 persen responden menyatakan tidak puas, sedangkan 2,1 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab. (kkp/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra




