Polisi mengungkap awal terjadinya kericuhan suporter pada laga Persita Tangerang vs Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, kemarin. Kericuhan terjadi akibat suporter saling melempar ejekan satu sama lain.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan kejadian itu berlangsung pada Sabtu (17/10) malam saat laga baru berjalan 25 menit. Kericuhan tersebut membuat pertandingan sempat ditunda sejenak.
"Pada menit ke-25 pertandingan babak pertama, terjadi saling ejek antara suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang di Gate 14. Situasi tersebut diduga dipicu oleh saling ejek dan provokasi saat masing-masing kelompok suporter menyampaikan yel-yel dukungan," ujar Maruli dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Provokasi itu membuat sejumlah titik di stadion memanas. Hal tersebut memicu reaksi dari sejumlah kelompok suporter.
"Ketegangan kemudian kembali terjadi saat jeda babak pertama di area tribun Gate 5, Gate 6, dan Gate 7. Keributan diduga bermula ketika sejumlah suporter Persija mendatangi tribun suporter Persita dan melakukan provokasi hingga memicu gesekan antarkelompok," jelas dia.
Maruli melanjutkan, situasi itu berlangsung cukup lama hingga membuat sejumlah orang berlarian ke segala arah.
"Situasi sempat memanas ketika puluhan suporter Persija turut mendatangi area tribun suporter Persita. Akibatnya, sejumlah suporter Persita berupaya menyelamatkan diri, bahkan beberapa di antaranya melompati pembatas tribun menuju lintasan jogging track," ucapnya.
Akibat kericuhan itu, 11 orang mengalami luka-luka. Mereka yang terluka mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
"Dalam kejadian tersebut, tercatat 11 orang mengalami luka luka akibat saling lempar dan terkilir akibat saat saling kejar. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di tiga fasilitas kesehatan, yakni RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq," katanya.
(tsy/aik)





