Darurat Karhutla: Pemerintah Ungkap Ribuan Penerbangan Terdampak

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kondisi penerbangan nasional saat ini tengah berada dalam tekanan berat menyusul meluasnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kementerian Perhubungan mencatat sedikitnya 2.458 penerbangan domestik berjadwal mengalami gangguan serius sejak pertengahan Agustus hingga 17 Oktober 2026. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa jumlah ini melonjak tajam dalam empat hari terakhir, menambah beban operasional yang sebelumnya berada di angka 2.021 penerbangan. 

Dampak ini mencakup berbagai situasi mulai dari keterlambatan atau delay, pembatalan penerbangan, pengalihan rute atau divert, hingga pesawat yang terpaksa kembali ke bandara asal atau return to base.

Seiring berjalannya waktu, sebaran kabut asap karhutla kini tidak lagi terbatas di Sumatera dan Kalimantan, melainkan sudah mencapai wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua. 

Sederet bandara utama dan perintis di berbagai provinsi terdampak langsung, seperti Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Pattimura di Ambon, hingga Supadio di Pontianak. 

Bahkan, sektor penerbangan internasional dan perintis pun tak luput dari masalah ini, dengan puluhan jadwal yang terpaksa ditiadakan demi alasan keselamatan. 

Lukman menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh otoritas penerbangan mutlak mengedepankan aspek keselamatan di atas segalanya, mengingat asap sangat menurunkan jarak pandang bagi pilot.

"Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan. Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan," jelas Lukman dalam keterangannya, Minggu (18/10).

Dalam merespons krisis ini, Ditjen Perhubungan Udara telah menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara di wilayah terdampak untuk menerapkan prosedur mitigasi khusus, termasuk prosedur operasional saat jarak pandang terbatas atau Low Visibility Procedures (LVP) yang dikoordinasikan bersama AirNav Indonesia dan BMKG. 

Pihak bandara juga diwajibkan meningkatkan pelayanan penumpang di terminal dengan menyediakan masker dan memastikan informasi pembatalan atau penundaan tersampaikan dengan transparan. 

Selain fokus pada operasional komersial, bandara-bandara di lokasi terdampak juga berperan vital dalam mendukung operasi pemadaman melalui jalur udara atau water bombing yang hingga kini telah mencapai lebih dari 5.000 kali penerbangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Borong Empat Medali di BWF WJC 2026, BNI Apresiasi Pembinaan Talenta Muda PBSI
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
FP Run for Good Journalism 2026: Menjaga Pers Tetap Sehat di Tengah Gempuran Tantangan
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Istana Sebut Prabowo Kumpulkan Menteri di Bogor untuk Jamu Wakil PM Rusia
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wamenhan Richard Tampubolon Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Utara, Infrastruktur dan Relokasi Warga Jadi
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Anak yang Terdidik Baik oleh Orang Tuanya
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.