Unggahan rekaman video call Ruben Onsu dengan seorang pria berinisial Y masih menjadi perbincangan. Kali ini, tindakan Sarwendah yang menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial mendapat teguran dari psikolog Lita Gading. Ia mengingatkan bahwa perseteruan orang tua yang diumbar ke publik berpotensi membawa dampak buruk bagi anak-anak mereka.
Lita menilai Sarwendah perlu lebih berhati-hati dalam mengambil langkah, terutama ketika persoalan pribadi melibatkan mantan suaminya dan menjadi konsumsi publik. Menurutnya, niat seorang ibu untuk memperjuangkan sesuatu tidak seharusnya mengabaikan perasaan anak-anak yang masih memiliki perjalanan hidup panjang.
"Sarwendah, apa yang dia lakukan itu 75 persen salah. 25 persen tetap seorang ibu pasti punya hati nurani terhadap kebaikan anak. Tapi yang 75 persen itu Anda sudah jauh melangkah ke lubang yang sangat dalam," ungkap Lita Gading di akun Instagram, dikutip Senin (19/10/2026).
Baca Juga: Sarwendah Menyesal Unggah VC Ruben? Pengacara: Dia Sudah Sadar Konsekuensi
Lita juga menyoroti jejak digital yang ditinggalkan dari unggahan tersebut. Ia mengingatkan agar orang tua tidak sampai membuat anak-anak harus menghadapi dampak emosional akibat konflik yang tersebar di media sosial.
"Hati-hati, kalau kamu mengatasnamakan sayang atas anak tolong jaga perasaan mereka karena jejak digital tidak bisa dihapus. Apa yang kamu upload itu jangan sampai sebuah mimpi buruk untuk anak anak kalian," ujarnya.
Menurut Lita, anak-anak masih membutuhkan waktu panjang untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, kedua orang tua perlu mempertimbangkan bagaimana tindakan mereka saat ini dapat mempengaruhi kehidupan anak-anak pada masa mendatang.
Baca Juga: Ruben Dituding Berbuat Tak Senonoh saat VC, Pengacara: Kalau Saya Ingin Berkata Jujur...
"Perkembangan anak-anakmu masih jauh, masih panjang. Jadi sayangi dia dengan kasih sayang, tanpa mencederai atau menjelek-jelekkan pihak ayahnya. Jadi kita sebagai seorang ibu pasti inginkan kebaikan dan kesuksesan anak anak kelak," jelas dia.
Ia menegaskan bahwa membangun masa depan anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional. Lita berharap konflik antara Sarwendah dan Ruben tidak meninggalkan luka yang harus ditanggung anak-anak mereka.
"Kesuksesan anak-anak kelak itu berawal dari sekarang karena ini adalah awal perjalanan panjang menuju ke sana. Jangan ada trauma, berilah dia kasih sayang yang berimbang," tambahnya.





