Kapolda Metro Hadir di SD-SMP Muhammadiyah, Dukung Polisi Peduli Pendidikan

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menyambangi SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru dan SMP Muhammadiyah 9 Jakarta pagi ini. Kunjungannya tersebut merupakan salah satu wujud 'Polisi Peduli Pendidikan' yang bertujuan membangun karakter anak-anak lebih baik.

Kunjungan tersebut diawali dengan menyapa anak-anak TK B dan mengikuti kegiatan di area kolam renang. Kapolda Metro Jaya juga menyapa murid-murid kelas 1 SD Muhammadiyah 5.

Dalam suasana hangat dan penuh keceriaan, Komjen Dadang berinteraksi dengan para murid melalui sejumlah pertanyaan sederhana. Mulai dari nama wali kelas, kebiasaan menggunakan helm saat berangkat sekolah, hingga cita-cita menjadi polisi. Siswa yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kepercayaan diri mereka.

Suasana penuh keakraban juga terasa saat Kapolda dan rombongan jajaran pejabat utama (PJU) Polda Metro mengunjungi kelas 4B Muhammad Al Fatih. Anak-anak diajak mengikuti kuis interaktif seputar pengetahuan umum, tugas kepolisian, matematika, hingga pendidikan agama. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi cara sederhana untuk melatih keberanian berbicara, kemampuan berpikir, sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan para siswa.

Rangkaian kegiatan berlanjut ke SMP Muhammadiyah 9 Jakarta. Di kelas 7 Al Kindi, Kapolda kembali berinteraksi dengan para pelajar melalui kuis pembelajaran yang melibatkan pertanyaan dari guru. Tiga siswa yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga memperoleh hadiah. Melalui kegiatan ini, para pelajar didorong untuk aktif, percaya diri, dan berani menunjukkan kemampuan di hadapan teman-temannya.

Baca juga: Pesan Kapolda Metro Usai Salat Jumat: Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Kapolda Metro Jaya komjen Dadang Hartanto mengunjungi Sekolah Muhammadiyah Jaksel memberi pesan jaga kamtibmas, Senin (19/10/2026). Foto: Dok. Polda Metro Jaya

Selain berinteraksi dengan siswa, Kapolda juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kualitas pembelajaran. Kepada para guru SD Muhammadiyah 5, ia mendorong optimalisasi laboratorium kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai sarana pengenalan teknologi, pengembangan pengetahuan, sekaligus melatih keterampilan komunikasi anak sejak usia sekolah dasar.

Kapolda menilai anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis yang perlu terus dikembangkan. Pertanyaan sederhana seperti mengapa mesin dapat berbicara atau bagaimana telepon seluler mampu menghubungkan komunikasi tanpa kabel dapat menjadi pintu masuk untuk melatih pola pikir kritis.

Karena itu, guru didorong memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, bereksplorasi, dan memahami konsep-konsep dasar melalui pembelajaran yang sederhana, menarik, dan berulang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak para tenaga pendidik mengedepankan pembelajaran yang lebih fokus dan mudah dipahami, tanpa membebani anak dengan materi yang terlalu padat.

Hal serupa disampaikan terkait pendidikan agama yang diharapkan tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui pembelajaran Al-Qur'an dengan mengenalkan arti kata demi kata, dilengkapi pemahaman hukum tajwid, sehingga anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai yang diajarkan.

Baca juga: Kapolda Metro Tanam Pohon: Green Policing Harus Dimulai dari Lingkungan Internal




(mea/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabut Asap Selimuti Palangka Raya, Pemotor Tabrak Mobil hingga Luka di Kepala
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Dorong Nasabah Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, PNM Raih ESG NOW Awards 2026
• 33 menit lalukumparan.com
thumb
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Transaksi Koperasi Desa Merah Putih Tembus Rp208,64 Miliar
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Ramalan Zodiak Minggu Ini, 19–25 Oktober 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Anjlok ke Level Lebih Rendah dari 2016, Market Cap Susut 45,5% Ytd
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.