REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Kerusuhan kembali meletus di pusat kota Milan, Italia, di mana sekelompok pemuda memecahkan kaca etalase toko dan menjarah toko di kawasan Piazza del Duomo. Gelombang kerusuhan terbaru itu terjadi sehari setelah bentrokan pecah di pusat kota Milan selama aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.
Menurut surat kabar La Repubblica, Ahad (18/10/2026) sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat dalam kerusuhan tersebut. Ribuan anak muda itu menghancurkan kaca etalase dengan menggunakan tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik.
Baca Juga
UMKM Jawa Barat: Dari Panggung Promosi Menuju Pasar yang Berkelanjutan
Hasil Pekan Ketujuh Liga Italia: Inter Milan Kokoh di Puncak, Fiorentina Terpuruk di Zona Degradasi
Hasil Pekan Ketujuh Liga Primer Inggris: Man City Sempurna, Arsenal Membayangi, MU Masih Terseok
Mereka lalu menerobos masuk ke dalam toko-toko, terutama toko perlengkapan olahraga dan supermarket. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai bentrokan besar-besaran.
Polisi telah menambah personel di area Piazza del Duomo. Mobil patroli dan petugas keamanan disiagakan di lokasi, sementara kendaraan meriam air juga disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan besar, menurut laporan tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sementara itu, menurut siaran langsung dari surat kabar Corriere della Sera, situasi di pusat kota Milan saat ini terpantau tenang. Polisi berseragam khusus telah dikerahkan ke sejumlah jalan.
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Ahad pagi. Kepolisian Negara Italia menyatakan 197 orang telah ditahan untuk diidentifikasi selama kerusuhan terjadi di Milan, Bologna, Turin, dan beberapa kota lainnya.
Sebanyak 28 orang ditangkap, termasuk 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing; sedangkan 141 petugas penegak hukum dilaporkan terluka akibat bentrokan tersebut.
Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memprediksi kerugian akibat kerusuhan itu mencapai sekitar 1,3 juta euro (sekitar Rp26,3 miliar).